Ciri Khas Muhammadiyah; Sedikit Bicara, Banyak Bekerja dengan Maujud Nyata

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
64
Prof Dr Haedar Nashir, MSi

Prof Dr Haedar Nashir, MSi

CIREBON, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah dalam kemajuannya di abad ini didasari dengan spirit kerja nyata, pengabdian, dan semangat perubahan yang terus hidup dalam kepribadian dan amal nyatanya.

"Kalau dinarasikan ke dalam buku mungkin bisa berjilid-jilid. Tapi kita bisa saksikan di UM Cirebon, dan PTMA lainnya, Rumah Sakit Muhammadiyah, Sekolah-sekolah Muhammadiyah, semuanya menjadi saksi dari ciri bangsa dan negara yang maju," jelas Haedar Nashir.

Menukil pepatah arab, "Lisanul Hal Afsahu Min Lisanil Maqal", Perbuatan itu jauh lebih valid, daripada ucapan. Di sini, Haedar mengaksentuasikan kalau Muhammadiyah memiliki ciri distingtif pergerakan lebih dari sekadar perkataan, tapi banyak diperbuat melalui tindakan.

"Berjuta-juta kalimat bisa kita ungkapkan lewat tulisan, lewat podium, bahkan dengan kata-kata terindah yang mungkin bisa memukau siapapun. Tapi kata-kata ya hanya sebatas kata-kata jika tanpa perbuatan nyata," tegas Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, Kamis (7/5) saat pengajian sekaligus launching dan groundbreaking Gedung KH Ahmad Dahlan Tower 20 Lantai, Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC).

Maka, dalam pengejawantahannya, Muhammadiyah harus terus meninggalkan jejak hidup yang baik untuk kemaslahatan bangsa dan bernegara.

"Ingatan adalah memori yang terburuk. Tetapi perbuatan itu akan terus hadir ditengah kita sampai kapan pun. Maka, ketika jejak hidup itu baik maka akan dikenang baik selamanya. Begitupun jika keburukan itu dilakukan, maka keburukan itu jugalah yang akan diingat," ucapnya. 

Berdasarkan hal di atas, tampak kentara jika Muhammadiyah memiliki karakter realistis dan empirik yang bertumpu kepada nilai dasar gerakan. Baginya, Muhammadiyah dalam bergerak sangat memiliki etos kerja yang tinggi, bahkan hingga melampauinya. Sehingga, ia sebut itu dengan spirit "kecanduan bekerja".

"Muhammadiyah ini punya etos kerja tinggi, bisa dibilang etos kerja Muhammadiyah itu adalah kecanduan bekerja. Inilah filosofi Muhammadiyah yang hidup dalam diri kita yaitu sedikit bicara, banyak bekerja," katanya.

Ia menilai, hadirnya etos kerja ini didasari dengan kekuatan dari dalam (inner dynamic) dari setiap warganya. Dengan begitu, ia berpesan bahwa kekuatan ini harus terus dirawat, dikembangkan, dan dijaga bersama dengan dasar niat yang ikhlas, tulus, lillahi ta'ala.

"Bagai magma di gunung berapi, spirit ini akan terus keluar. Bahwa orang, kelompok yang sudah ounya inner dynamic tinggi, mereka akan selalu menghasilkan perubahan, karya, amal jariyah yang terus menerus," tegas Haedar.

Selain etos kerja yang tinggi, Haedar juga menekankan pentingnya berkhidmat dan pengabdian dalam bermuhammadiyah. Ia menyebut, Muhammadiyah dan 'Aisyiyah adalah organisasi nirlaba atau yang berlandaskan kepada kerelawanan. Maka dari itu, sejak lama kekuatan besar Muhammadiyah dibangun atas dasar penyebaran dakwah, tajdid, dan semangat Al Ma'un. (Bhisma/Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pengembangan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LPO PP),....

Suara Muhammadiyah

10 September 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) semakin mendunia dengan men....

Suara Muhammadiyah

10 October 2024

Berita

DEPOK, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok melaksanakan Baitul Arqom ....

Suara Muhammadiyah

2 December 2023

Berita

TERNATE, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) kembali mencatatkan tongg....

Suara Muhammadiyah

24 June 2025

Berita

Mendesak DK PBB Hentikan Perang Israel-Palestina JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat (PP) ....

Suara Muhammadiyah

11 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah