Arif Jamali Muis: Deep Learning Wujudkan Pendidikan Bermutu

Publish

29 August 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
541
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul Arif Jamali Muis mengatakan, pendidikan bermutu untuk semua menjadi komitmen besar dari Kemendikdasmen pada periode 2022-2029. Konstruksi pendidikan itu, tekan Arif, harus bermutu sebagai orientasi meningkatkan kualitas peserta didik.

"Tidak memungkin pendidikan itu menghasilkan anak-anak atau peserta didik kita untuk bisa menghadapi tantangan zaman dan Indonesia Emas kalau pendidikan itu tidak bermutu," tegasnya saat memberikan keynote specch Seminar dan Sosialiasi Deep Learning dan TKA (Tes Kemampuan Akademik) di SM Tower Malioboro Yogyakarta, Jumat (29/8) kolaborasi Kemendikdasmen dan Suara Muhammadiyah.

Pendidikan bermutu itu, sambung Arif, harus bisa dinikmati oleh semua anak-anak Indonesia tanpa terkecuali. Dan inilah langkah besar yang tengah diupayakan oleh Kemendikdasmen, secara pelan tapi pasti.

"Pendidikan yang dinikmati oleh semua anak-anak Indonesia adalah pendidikan yang harus bermutu," jelasnya.

Arif menambahkan, pendidikan bermutu harus bisa dinikmati oleh seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali. Inilah langkah besar yang sedang diupayakan secara perlahan namun pasti oleh Kemendikdasmen. Ia juga mengkritik pandangan yang menentang keberadaan sekolah favorit, karena hal itu justru dapat membuat sekolah yang sudah bagus menjadi biasa-biasa saja. Ia menawarkan cara berpikir yang berbeda, yaitu semua sekolah harus favorit.

"Dengan demikian, sekolah yang biasa-biasa saja akan terangkat dan menjadi favorit di mata masyarakat. Salah satu cara untuk mencapai tujuan ini adalah dengan pendekatan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman," tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa permasalahan pendidikan saat ini tidak terletak pada kurikulum, melainkan pada pendekatan pembelajaran yang diterapkan oleh para guru. Meskipun kurikulum berganti, baik K13, Kurikulum Merdeka, atau yang lain jika cara mengajar guru di dalam kelas tetap sama, maka tidak akan ada perubahan signifikan. Oleh karena itu, kebijakan Kemendikdasmen saat ini tidak berfokus pada perubahan kurikulum, melainkan pada penerapan deep learning. 

Arif menyebut fenomena "schooling without learning" di mana siswa secara fisik berada di sekolah namun pikiran mereka tidak fokus, sebagai salah satu tantangan yang harus diatasi. "Dengan pembelajaran mendalam, diharapkan siswa benar-benar hadir secara mental dan sadar akan proses belajar yang mereka jalani," tegasnya. (Cris/Riz)


Komentar

edy prasetyo

Krn fenomena ini telah terjadi, seakan mitigasi yg dalam berislam bisa disebut sbg pencegahan dlm bentuk larangan tertentu telah terabaikan. Bahwa Kebersihan adalah bagian dari Iman adalah kalimat yg sangat populer namun tak terlihat upaya mempopulerkannya dlm mimbar2 Jumat. Maka terjadilah sampah2 menggunung, laut tercemar. Sbg kedzoliman berjamaah. Maka Allah menimpakan azab segera di dunia, ekosistim ikan2pun terganggu dan persediaan ikan laut berkurang. Fenomena anak2 sekolah kurang mendapatkan keteladanan buang sampah ditempat semestinya. Pendidikan hal perlakuan thdp sampah kurang literasinya.

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Jakarta kembali mengukuhkan dua guru bes....

Suara Muhammadiyah

29 September 2023

Berita

DEPOK, Suara Muhammadiyah - Puncak peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah tingkat Kota Depok berlangsu....

Suara Muhammadiyah

24 November 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan memasuki milad ke-106. Tema yang di....

Suara Muhammadiyah

20 December 2024

Berita

SRAGEN, Suara Muhammadiyah - SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (DIMSA) gelar kegiatan Projek Pengu....

Suara Muhammadiyah

12 December 2023

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Momentum kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa B....

Suara Muhammadiyah

18 September 2024