Akhiri 2025, Gus Bachtiar Ingatkan Kader Muhammadiyah: Jangan Jadi Beban, Jadilah Solusi

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
215
Bachtiar Dwi Kurniawan, Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah

Bachtiar Dwi Kurniawan, Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Di penghujung tahun 2025, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, yang akrab disapa Gus Bachtiar, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menyampaikan renungan akhir tahun melalui live Instagram bertajuk "Muhasabah Akhir Tahun" di akun @mpksdi_ppm dan @bachtiar_dwiki.

Acara yang dipandu Zaidan Ihsani ini diikuti ratusan kader dari berbagai daerah di Indonesia hingga diaspora, termasuk Pakistan dan Papua, menjadi momen refleksi kolektif atas perjalanan kader persyarikatan setahun terakhir yang penuh tantangan.

Dalam arahan yang disiarkan langsung, Gus Bachtiar menyapa kader "se-alam semesta" dan menekankan perlunya pembaruan diri untuk menghadapi tahun 2026 yang semakin kompleks dengan kemajuan digital. 

"Ada beberapa hal yang perlu kita perbarui: pertama, perbarui niat agar lebih ikhlas mengabdi di Muhammadiyah tanpa mengharapkan puja-puji," tegas Gusbach. 

Ia mengajak kader menghindari riya dan menjadikan pengabdian sebagai ibadah murni untuk menegakkan Islam.

Kedua, perbarui kecerdasan dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. "Kemajuan Muhammadiyah, Islam, umat, dan bangsa bergantung pada kader hari ini ini," ujar Gusbach. 

Ketiga, galakkan semangat Al-Ma'un melalui solidaritas sosial. Kader harus solutif, bukan beban bagi umat atau organisasi. 

"Jadilah kader yang menggerakkan, kreatif, dan memberikan tawaran jawaban atas persoalan masyarakat," pesannya.

Menyoroti era digital, Gus Bachtiar menyebut teknologi kini menjadi lingkungan hidup, bukan sekadar alat. Kader, terutama generasi milenial hingga alpha, harus aktif sebagai pelaku dakwah digital: produksi konten mencerahkan, menyejukkan, dan berlandaskan Islam berkemajuan dengan akidah murni serta ibadah lurus sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW. 

"Hindari konten gaduh; jadilah duta dakwah yang menyaring informasi dengan baik," imbuhnya.

Ia juga menekankan kemandirian ekonomi melalui pengelolaan amal usaha Muhammadiyah yang profesional dan profitabel, menjadikan organisasi sebagai lokomotif konglomerasi sosial untuk menopang dakwah progresif. Tak lupa, kesalehan sosial dengan sikap inklusif: luas wawasan, luwes pergaulan, merangkul bukan memukul, menjadi rahmatan lil alamin, bukan hanya bagi internal.

Dalam sesi tanya jawab interaktif, Gus Bachtiar menjawab pertanyaan seputar beasiswa dokter kader, respons bencana Sumatera dengan aksi nyata donasi, pelatihan instruktur nasional 2026 di lima zona, hingga keseimbangan studi diaspora (80% belajar, 20% organisasi). 

Acara diakhiri dengan semangat untuk terus menggerakkan Muhammadiyah sebagai solusi umat, meninggalkan pesan mendalam bagi kader di akar rumput hingga sealam semesta. (diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Ajang olahraga Muhammadiyah Badminton Cup I resmi dibuka pada Ahad (2....

Suara Muhammadiyah

24 November 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengukuhkan guru besarnya. Prof Dr S....

Suara Muhammadiyah

13 September 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Keluarga Besar Alumni Mu’allimin Mu’allimaat Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

18 March 2025

Berita

TULANG BAWANG, Suara Muhammadiyah - Sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana alam angin puting bel....

Suara Muhammadiyah

8 November 2023

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sewon Utara pada Kamis (20/6) beke....

Suara Muhammadiyah

25 June 2024