Ada di Mana-mana, Ini Ciri Khas Pelayanan Rumah Sakit Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
211
dr H Agus Taufiqurrohman, SpS., MKes

dr H Agus Taufiqurrohman, SpS., MKes

BREBES, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah telah banyak melahirkan amal usaha di banyak tempat, dan bersamaan dengan itu, masyarakat pun merasakan manfaat secara nyata. Salah satunya amal usaha di bidang pelayanan kesehatan.

Kunci semua itu, pertama karena pelayanan kesehatan di Muhammadiyah senantiasa menampilkan prinsip kasih sayang (ar-rahmah). “Karena pelayanan kesehatan bagian dari dakwah rahmatan lil ‘alamin,” beber Agus Taufiqurahman.

Agus berpesan kepada seluruh dokter, perawat, dan tenaga medis, harus memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Ini yang paling fundamental menurut Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

“Kalau ada perawat, dokter kok suka murah, apalagi sama pasien, ini tidak sesuai dengan prinsip pelayanan kesehatan Islam yang dimiliki Muhammadiyah,” tekannya saat Pengajian Ramadan dan Peresmian Gedung Poliklinik Eksekutif Ar-Raudhah RS Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Ahad (25/1).

Kedua, pelayanan kesehatan di Muhammadiyah spiritnya pro kepada kelompok dhua’afa. Agus mendorong seluruh rumah sakit Muhammadiyah mesti punya komitmen untuk hadir kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

“Jadi harus memperhatikan orang miskin, mustad'afin (orang-orang yang lemah), ditolong oleh layanan Muhammadiyah,” tutur Agus.

Ketiga, pelayanan kesehatan di Muhammadiyah harus berisfat inklusif. “Menolong siapa pun, tidak membedakan suku, ras, agama, maupun golongan,” ujarnya. Inilah yang kemudian menjadi titik penekanan seluruh rumah sakit Muhammadiyah.

“Tolong dulu. Orang sakit harus ditolong. Tidak boleh tidak,” tegas Agus sekali lagi. Yang ini merupakan pantulan dari prinsip wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin. “Keindahan Islam dirasakan oleh siapa pun,” sambungnya.

Keempat, pelayanan kesehatan di Muhammadiyah harus berkeunggulan. Semua rumah sakit Muhammadiyah menjadi modal penting bagi pembangunan kesehatan bangsa.

“Maka ini dikembangkan alatnya harus semakin baik, teknologinya lebih baik. Kita harus terus maju memberi pelayanan yang unggul,” serunya.

Kelima, seluruh pelayanan rumah sakit Muhammadiyah harus bertopang pada prinsip nilai-nilai Islam yang diajarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. “Spiritnya melayani sebagai ibadah,” terangnya. Karena, lanjut Agus, rumah sakit Muhammadiyah berupaya untuk itu.

“Kalau dirawat di rumah sakit Muhammadiyah, sehat spiritnya dan diusahakan agar sehatnya barakah,” tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Kamala Shirin Lakhdhir mengu....

Suara Muhammadiyah

25 September 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Festival Seni Budaya ‘Aisyiyah (FeSiBA) 2025 diselenggaraka....

Suara Muhammadiyah

10 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Keberadaan aktor menjadi hal yang amat penting bagi sebuah me....

Suara Muhammadiyah

13 August 2025

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - MBS Putri Taruna Krapyak secara yuridis mendapatkan penghargaan s....

Suara Muhammadiyah

21 September 2023

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah - Pengendalian sampah plastik terus diupayakan seluruh warga SMK....

Suara Muhammadiyah

18 July 2024