Majelis Dikdasmen & PNF Muhammadiyah Rawamangun Gelar Raker
JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Cabang Muhammadiyah Rawamangun menggelar Rapat Kerja di Aula HM Syarif, Sabtu (11/4). Pertemuan ini difokuskan pada percepatan transformasi institusi menuju predikat Sekolah Unggul Berstandar Global.
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Gufron Amirullah, Wakil Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah. Dalam paparan yang berlangsung interaktif, ia menegaskan bahwa sekolah unggul harus mampu mengintegrasikan kurikulum nasional dengan standar internasional guna mencetak lulusan yang kompetitif di level dunia.
"Sekolah unggul berstandar global bukan sekadar label, melainkan komitmen pada kualitas. Ini mencakup infrastruktur cerdas, guru dengan kualifikasi internasional, serta sistem pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi,” ujar dosen Pendidikan Biologi FKIP Uhamka.
Raker ini dihadiri langsung oleh Ketua PCM Rawamangun, H. Welli Sakti Pasaribu, yang memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis Majelis. Dalam arahannya, H. Welli Sakti Pasaribu menekankan pentingnya kedisiplinan pada sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Ia menginstruksikan agar setiap calon murid yang mendaftar dipastikan segera melakukan registrasi.
“Kepastian registrasi sangat krusial agar pihak sekolah memiliki prediksi anggaran operasional yang akurat. Dengan perencanaan finansial yang matang, kualitas pelayanan dan pengembangan fasilitas sekolah dapat terjaga” tegas H. Welli Sakti Pasaribu.
Turut hadir memimpin jalannya agenda, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PCM Rawamangun, H. Robbani Agustian, beserta jajaran pimpinan dan perwakilan Forum Ukhuwah Orang Tua Siswa (FUOTS). H. Robbani menyatakan bahwa visi sekolah unggul berstandar global ini merupakan implementasi nyata dari lima pilar pengembangan Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Rawamangun, termasuk di dalamnya tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel.
"Diskusi hari ini sangat dinamis. Kami sepakat bahwa untuk menjadi unggul, sekolah harus berani bertransformasi secara menyeluruh, mulai dari manajemen yang transparan hingga penguatan karakter ISMUBA yang berkemajuan," tambahnya.
Kehadiran FUOTS dalam pertemuan ini menjadi catatan penting, menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara sekolah dan orang tua siswa dalam mengawal mutu pendidikan. Sinergi ini, ditambah dengan tata kelola keuangan yang tertib, diyakini akan mempercepat pencapaian target sekolah yang unggul dan berkemajuan. (Guf)
