UMY Jajaki Kerja Sama dengan UNED, PTN Terbesar di Spanyol

Publish

13 March 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
878
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Inisiasi kerja sama internasional di bidang akademik dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan Universidad Nacional de Educacion a Distancia (UNED), Spanyol yang diawali dengan pertemuan dan diskusi dari kedua representatif perguruan tinggi pada Selasa (11/3). Perwakilan sekaligus akademisi dari UNED, Prof. Andres De Castro Garcia bersama jajarannya menyambangi UMY untuk membahas peluang kerja sama, utamanya dalam bidang pendidikan. Beberapa hal yang dibahas adalah pencanangan program double degree bagi mahasiswa dari kedua perguruan tinggi, termasuk program doktoral bagi dosen UMY.

Dalam mengawali diskusi, Prof. Andres mengatakan bahwa UNED merupakan perguruan tinggi negeri terbesar di Spanyol, bahkan di Uni Eropa. UNED memiliki sekitar 250.000 mahasiswa dan menerapkan konsep pembelajaran unik yang mereka sebut sebagai blended learning, mengkombinasikan sistem perkuliahan daring dengan luring. Ia pun menjelaskan berbagai peluang dalam mengadakan konsep pembelajaran tersebut, termasuk persebaran mahasiswa yang berada hingga di lingkup global.

 “Sistem ini memungkinkan untuk menghapus batasan dalam mendapatkan pengetahuan selama memiliki perangkat komputer dan akses internet. UNED juga memiliki reputasi di mana mahasiswa sulit untuk lulus dari perguruan tinggi ini. Namun bagi mereka yang berhasil, cenderung memiliki karir profesional yang baik,” ujar Prof. Andres.

Kunjungan dari UNED yang diterima oleh Kepala Lembaga Kerja Sama dan Internasionalisasi (LKI) UMY Fitri Arofiati, S.Kep., Ns., MAN., Ph.D, dan dihadiri oleh perwakilan dari beberapa program studi di UMY, seperti Ilmu Hukum, Hubungan Internasional dan Teknik Elektro. UNED yang tidak mewajibkan mahasiswanya untuk hadir secara langsung di Spanyol, menjadi keunggulan tersendiri bagi mahasiswa program doktoral yang telah berprofesi sebagai dosen dan sulit untuk meninggalkan tugasnya. Hal ini juga yang kemudian dibahas oleh UMY dan UNED sebagai salah satu peluang kerja sama.

Prof. Andres menyebutkan bahwa kerja sama antara UMY dan UNED termasuk dalam program doktoral akan menjadi kesempatan baik bagi kedua perguruan tinggi. Di mana UNED memiliki prinsip untuk secara konsisten meningkatkan kapasitas mahasiswanya bahkan setelah mereka lulus. Ini juga sesuai dengan hukum yang berlaku di Spanyol, di mana profesor yang menjadi pembimbing mahasiswa doktoral akan terus menjalin hubungan yang baik dengan mahasiswanya sampai dia meninggal dunia. Komitmen akademik yang tinggi tersebut dapat menjadi landasan kerja sama UMY dan UNED.

 “Pertemuan ini pun sekaligus untuk menanggapi undangan dari UMY untuk mengadakan program double degree, kami akan sangat senang untuk bekerja sama dalam hal tersebut. Ini dapat dimulai dengan berfokus kepada program studi di tingkat pasca-sarjana, dengan bidang keilmuan yang lebih spesifik,” pungkas Prof. Andres. (ID)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sekretaris Jenderal (Sekjend) Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), Ghufr....

Suara Muhammadiyah

11 November 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Kelompok kolaborasi dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakart....

Suara Muhammadiyah

6 September 2023

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah – Semarak bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pimpinan Daerah Muh....

Suara Muhammadiyah

1 March 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam Al-Qur’an, tepatnya di Qs Maryam [19] ayat 15 dan....

Suara Muhammadiyah

24 December 2025

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muhamm....

Suara Muhammadiyah

3 April 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah