UMKM, Literasi dan Lingkungan
Oleh: Arief Budiman
UMKM sering dianggap usaha skala kecil-kecilan. Tapi jangan salah, dari tangan para pelaku UMKM inilah roda ekonomi bergerak, lapangan kerja tercipta, dan kehidupan kampung maupun kota tetap hidup. Menariknya, UMKM punya peran besar bukan hanya soal uang, tapi juga soal literasi dan lingkungan.
Literasi bukan cuma soal bisa baca tulis. Bagi pelaku UMKM, literasi berarti paham cara mengatur keuangan, tahu mempromosikan produk lewat media sosial, membranding, membuat story telling, dan sadar bahwa usaha yang dijalankan punya dampak ke sekitar. Pelaku UMKM yang paham literasi biasanya lebih rapi mencatat, lebih berani belajar hal baru, paham mengatur cash flow, dan lebih cepat beradaptasi dengan perubahan zaman.
Dan tentang lingkungan, UMKM dituntut memperhatikan lingkungan yang bersih dan sehat. Warung, kedai kopi, usaha kuliner, hingga wisata desa akan lebih disukai konsumen jika lingkungannya asri dan nyaman. Saat UMKM mulai mengurangi plastik sekali pakai, memilih bahan lokal, atau mengelola sampah dengan baik, diharapkan dampaknya langsung terasa. Lingkungan tampak lebih bersih, dan sehat.
Hubungan antara UMKM, literasi, dan lingkungan itu seperti lingkaran kebaikan. Literasi membuat pelaku UMKM lebih sadar dan kreatif. Kesadaran akan melahirkan usaha yang lebih ramah lingkungan. Lingkungan yang terjaga akhirnya membuat usaha bisa bertahan lebih lama dan berkembang.
Jadi, UMKM bukan sekadar jualan. Dibalik usaha kecil, ada peluang besar untuk mencerdaskan masyarakat dan menjaga bumi. Ketika UMKM tumbuh dengan literasi yang baik dan kepedulian pada lingkungan, manfaatnya bukan hanya untuk pemilik usaha, tapi juga untuk generasi yang akan datang. Wallahua'lam.
Weleri, 10 Januari 2026
Penulis adalah Owner Dunia Walet, Kopi Walet, Kalamasa, Kedai Sedjati

