Tokoh Agama Jangan Kontra Produktif terkait Pemihakan Indonesia kepada Palestina

Publish

19 April 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
516
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Baru-baru ini pendeta Gilbert sudah menyinggung perasaan dan melukai khususnya umat Islam terkait dengan zakat dan sholat. Pendeta memang sudah menemui Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia di rumah kediamannya. Jusuf Kalla didampingi sejumlah pengurus DMI dan tokoh umat Islam. Setelah itu, dia berkunjung ke kantor MUI dan ditemui oleh sejumlah pengurus harian MUI. 

Pendeta disamping menjelaskan tidak ada maksud untuk melecehkan dan menyakiti umat Islam, juga menyampaikan permohonan maaf. Dia lakukan itu, tentu setelah banyak kalangan yang mengecam ceramah pendeta Gilbert, dan bahkan sudah ada yang mengajukan kasus ini ke yang berwajib untuk dipersoalkan secara hukum. 

Permintaan maaf sudah disampaikan secara langsung saat bertemu ketua umum DMI dan MUI. Sepanjang yang saya tahu, baik DMI maupun MUI sudah menerima permintaan maafnya sambil mengingatkan jangan mengulangi kesalahan lagi. “Jika ada elemen masyarakat yang kemudian mempersoalkan secara hukum, maka langkah ini harus dipahami sebagai hak konstitusional warga. Dan pihak yang berwajib, berkewajiban menindak lanjuti laporan penistaan ini secara hukum,” Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim kepada Suara Muhammadiyah, Kamis (18/4/2024).

Menelusuri jejak digital yang tersedia, pendeta Gilbert ini, paling tidak tahun kemarin setelah munculnya persitiwa Oktober di Gaza, juga membuat statement yang banyak kalangan menilai sebagai sikap pro-Israel. Ini diperkuat dengan foto pendeta Gilbert yang memegang bendera Israel dan  bendera Indonesia yang akhir-akhir ini viral. Foto ini sangat kuat membangun kesan dukungan pendeta Gilbert terhadap ide  perlunya hubungan diplomatik Israel-Indonesia.

Dalam sebuah statement videonya di Tik Tok dengan judul Bintang Daud dan video Youtube dengan judul Seruan  Damai Israel & Palestina misalnya nampak jelas kesan kuat pandangannya yang sinikal terhadap sikap Indonesia. “Ketika Palestina kirim roket, Indonesia tidak pernah bicara gencatan senjata….Indonesia bicara gencatan selalu setelah Israel kirim roket.” Di bagian lain, pendeta meragukan sikap Indonesia dengan mengajukan pertanyaan “apakah Indonesia jujur, benar-benar mau perdamaian.”?

Masih ada sejumlah rekaman videonya yang membahas isu Palestina-Israel yang perlu dipelajari terkait dengan siapa sebetulnya pendeta Gilbert ini. Yang jelas, kecaman sudah banyak dilakukan oleh masyarakat sejak Oktober tahun lalu hingga beberapa hari terakhir ini.  “Saya berpandangan, meskipun pendeta Gilbert sudah memberikan penjelasan dan minta maaf, dan semua penjelasan dan permintaan maafnya sudah dilakukan, akan tetapi tetap pendeta ini perlu dipantau terutama terkait dengan pandangan dan sikapnya dalam hal Palestina-Israel. Jangan sampai, ada tokoh agama yang justru kontra produktif terhadap pemihakan bangsa dan negara Indonesia terhadap kemeredekaan Palestina,” pungkas Sudarnoto. 

 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah dan Aisyiyah, dua organisasi penting di Indonesia....

Suara Muhammadiyah

25 August 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 40 lansia dari tiga cabang Aisyiyah di Kota Makassar mengiku....

Suara Muhammadiyah

23 March 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Jakarta (....

Suara Muhammadiyah

13 December 2024

Berita

PERLIS, Suara Muhammadiyah - Pada hari Kamis 21 September 2023 Rombongan Pusat Studi Muhammadiyah me....

Suara Muhammadiyah

24 September 2023

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Di hari kedua Workshop Ekonomi Cabang Ranting serta Masjid (CRM) yang di....

Suara Muhammadiyah

10 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah