Tim PkM UNY Berikan Workhsop di PCA Tawangsari, Bahas Risalah Perempuan Berkemajuan

Suara Muhammadiyah

Penulis

1
724
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah – Tim Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (DBlK) atau Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan Workshop Risalah Perempuan Berkemajuan (RPB) pada kegiatan Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (7/7).

Musypimcab yang mengusung tema “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Mewujudkan Tawangsari Berkeadilan” ini berlangsung di New Rivermoon, Klaten. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran PCA Tawangsari serta perwakilan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah se-Kecamatan Tawangsari. Sekitar 100 peserta mengikuti acara dengan penuh khidmat dan antusiasme.

Risalah Perempuan Berkemajuan (RPB) merupakan hasil Muktamar ke-48 ‘Aisyiyah di Surakarta tahun 2022. RPB berisi proyeksi dan cita-cita besar ‘Aisyiyah dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang adil dan makmur. Risalah ini memuat nilai-nilai dasar Islam terkait perempuan berkemajuan, seperti tauhid, al-‘adl (keadilan), mashlahah, dan rahmah—yang mengisyaratkan kemuliaan perempuan sebagai pasangan (zawaj) laki-laki dalam fitrah penciptaan.

RPB juga mendorong pemajuan potensi perempuan, kesetaraan gender, perlindungan terhadap kekerasan dan diskriminasi, serta peran perempuan dalam kehidupan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan semesta.

“RPB menjadi kekuatan sekaligus pembeda Muhammadiyah dengan organisasi lain. Secara khusus, dukungan terhadap kemajuan perempuan menjadi pembedanya dengan Wahabi. Muhammadiyah/‘Aisyiyah tidak hanya memberi ruang, tetapi juga mendorong perempuan untuk berkontribusi dalam kemanusiaan,” ungkap Benni Setiawan, Ketua Tim DBlK UNY.

Benni, yang juga merupakan Anggota Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, berharap agar PCA Tawangsari terus melakukan tajdid sebagai wujud implementasi RPB, terutama dalam bidang kemandirian ekonomi.

Ketua PCA Tawangsari, Titik Endartari, menambahkan bahwa pihaknya siap menjalankan program ekonomi perempuan.

“Kami terus mendorong Ibu-ibu ‘Aisyiyah untuk mengembangkan Bina Usaha Ekonomi Keluarga (BUEKA). Saat ini program ini masih dominan di level PDA. Ke depan, kami berharap PCA Tawangsari dapat turut serta mewujudkan kemandirian ekonomi melalui kegiatan yang praktis dan taktis,” ujar Titik.

Workshop ini menjadi bagian dari komitmen kolektif untuk mendorong perempuan berkemajuan sebagai pelaku utama dalam membangun peradaban umat.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

  ACEH, Suara Muhammadiyah -Gading Qoirunnisa Hidayat, mahasiswa S1 Manajemen Fakultas Ekonomi....

Suara Muhammadiyah

27 September 2024

Berita

SINJAI, Suara Muhammadiyah - Musyawarah Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Kabupaten Sinja....

Suara Muhammadiyah

27 February 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Baru-baru ini Indonesia resmi bergabung pada organisasi global BRICS. T....

Suara Muhammadiyah

14 January 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menambah jumlah guru besar ....

Suara Muhammadiyah

17 February 2024

Berita

WONOSOBO, Suara Muhammadiyah - Lembaga Bantuan Hukum Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Aisyiyah....

Suara Muhammadiyah

8 July 2024