Tim Dosen UMS Ciptakan Teknologi Mesin Pencacah, Tingkatkan Omzet Pupuk Syamsun Farm Hingga 32%

Publish

8 August 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
706
UMS

UMS

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tim dosen P2AD Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil membantu peternakan kambing Syamsun Farm di Kartasura mengatasi dua masalah krusial: pengolahan limbah organik yang tidak optimal dan pemasaran konvensional. Melalui program pengabdian masyarakat, mereka menghadirkan solusi teknologi mesin pencacah limbah dan pelatihan digital marketing, yang berdampak signifikan pada peningkatan ekonomi peternak.

Transformasi Pengolahan Limbah

Syamsun Farm, yang dikelola Majelis Ekonomi Muhammadiyah Cabang Kartasura, sebelumnya menghadapi penumpukan limbah organik (rumput) dan kotoran kambing. Pengolahan manual memakan waktu 22 menit per 2 kg kotoran kering, menyebabkan produksi pupuk terhambat dan risiko pencemaran lingkungan.

Tim UMS yang dipimpin Dr. Liana Mangifera, S.E., M.M. memperkenalkan mesin pencacah limbah ternak berkapasitas tinggi. Alat ini memangkas waktu pengolahan menjadi hanya 3,05 menit untuk volume sama. "Mesin ini mengolah sisa pakan dan kotoran kering menjadi bahan pupuk kompos bernilai tinggi," jelas Liana.

Revolusi Pemasaran Digital

Di sisi pemasaran, Syamsun Farm sebelumnya hanya mengandalkan penjualan langsung ke pedagang tanaman (Rp5.000/karung pupuk) atau penawaran kambing ke masjid saat Idul Adha. Tim P2AD UMS melatih pembuatan Google Bisnisku dan optimasi kata kunci berbasis data Google Trends.

"Kami ajarkan strategi agar produk muncul di pencarian teratas, seperti menggunakan kata kunci 'pupuk organik' dan 'tanaman'," tambah Kusuma Wijayanto, anggota tim. Akun marketplace (Shopee, Tokopedia) dan media sosial (Facebook, Instagram) juga dibuat untuk memperluas jangkauan.

Dampak Nyata: Omzet Naik 32%

Omzet bulanan pupuk melonjak dari Rp250.000 menjadi Rp380.000 (naik 32%). Meski produksi turun dari 50 karung/bulan menjadi 38 karung, bobot per karung dinaikkan dari 15 kg menjadi 25 kg dengan harga jual Rp10.000/karung. Produk kini dikemas eksklusif dengan branding "Syamsun Farm" (Lihat Gambar dibawah).

"Pendapatan meningkat karena nilai jual pupuk lebih tinggi berkat pengemasan profesional dan pemasaran digital," ujar Fitra Siswanto, Ketua Pelaksana Syamsun Farm.

 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) meluncurkan p....

Suara Muhammadiyah

11 December 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – SMP Muhammadiyah 3 Depok (Mugadeta) Sleman berupaya memberikan ru....

Suara Muhammadiyah

12 October 2024

Berita

SMP Mutu Plus Sekolah Go Internasional, Karnaval Mobil Hias Miniatur Pesawat Terbang  CILACAP,....

Suara Muhammadiyah

25 August 2025

Berita

LAMPUNG, Suara Muhammadiyah – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

14 September 2024

Berita

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah - Guru dan  Karyawan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Dig....

Suara Muhammadiyah

22 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah