Teamwork Penentu Estafet Keberlanjutan Bisnis di Masa Depan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
346
Deni Asy'ari, MA., Dt Marajo. Foto: Cris

Deni Asy'ari, MA., Dt Marajo. Foto: Cris

BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah - Tidak dapat dinafikan betapa substansialnya teamwork dalam sebuah tim. Demikian sekelumit pesan Deni Asy'ari dengan kentara. Terlebih lagi, dikontekstualisasikan pada aspek menjalankan bisnis.

Teamwork menjadi bagian yang niscaya. "Tak ada artinya, kalau kita tidak menjadi satu teamwork yang kuat," tegas Deni. Dampaknya, bisnis akan menggelinding dan mengalami disorientasi.

"Kalau kita nafsi-nafsi, jalan sendiri-sendiri, maka tidak ada artinya," tekannya sekali lagi.

Bahwa buah bisnis yang diperoleh saat ini, sangat absurd manakala tidak ada teamwork yang menjadi landasan elementer. "Ini paling kunci," sebut Deni saat Rapat Kerja (Raker) PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah 2026 di Kiyana Resort Dieng, Sirangan, Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (10/1).

Akar tunjang Raker kali ini, "Kita ingin perkuat di situ," imbuhnya. Di sini, Deni sangat konsen dalam memperkuat bangunan teamwork di Suara Muhammadiyah. Tidak bisa tidak. "Banyak kagum orang di luar itu dengan teamwork kita," ujarnya.

Namun demikian apresiasi tinggi atas dedikasi tinggi seluruh tim Suara Muhammadiyah. "Itulah doa orang luar, itulah ekspektasi orang luar, harapan orang luar," sebutnya, dengan menyebut seluruh tim bertungkus lumus dari bawah, tertatih-tatih, dan tidak langsung jadi.

"Tidak ada yang instan. Banyak proses penempaan yang dilalui bersama," tutur Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah ini.

Sungguh betapa fundamentalnya teamwork itu. "Jadikan momentum untuk membangun kesolidan dan kekompakan kita menjalankan bisnis kita," ajaknya.

Menurutnya, deret bisnis yang ditelurkan hari ini, akan tumbuhkembang di saat memperkuat teamwork itu. "Insyaallah impact dan manfaatnya juga untuk kita rasakan semua," tegasnya.

Akumulasi dari bentang semua itu, simpul Deni, harus kerja keras. "Kerja keras akan membuat orang bertahan dengan kerjaannya," ucapnya. Tidak stagnan di sini, ditopang dengan kerja cerdas.

"Membuat seseorang memiliki impact pada apa yang dikerjakannya," tekannya. Cum, kerja ikhlas, yang akan menghasilkan rasa cinta dengan pekerjaannya.

"Kalau kita sudah ikhlas bekerja di Suara Muhammadiyah, maka tidak ada yang berat dari pekerjaan yang ada," ulasnya. Mengapa demikian?

"Karena kita merasakan cinta terhadap perusahaan ini, merasakan cinta terhadap bisnisnya, sebagaimana kita mencintai keluarga kita semuanya," pungkasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta (SPs UMJ), melul....

Suara Muhammadiyah

25 July 2024

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah – Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembal....

Suara Muhammadiyah

24 September 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah (....

Suara Muhammadiyah

13 November 2024

Berita

MESIR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau telah melakukan Dauroh Ilmiah. Dauroh....

Suara Muhammadiyah

11 October 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah –  Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi Akuntansi Universi....

Suara Muhammadiyah

7 June 2025