Tarikan Napas Ar-Ruju' Ilal Qur'an wa As-Sunnah Muhammadiyah Membawa Spirit Memajukan Kehidupan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
118
Dr Agung Danarto, MAg

Dr Agung Danarto, MAg

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah meyakini agama Islam sebagai agama yang mendorong umatnya untuk maju. Demikian Agung Danarto menyebut seraya mengambil benang merah dari Risalah Islam Berkemajuan (RIB).

“Jargon RIB adalah jargon yang berangkat dari keyakinan Islam merupakan agama yang memang senantiasa mendorong umatnya maju,” ujarnya, termasuk harus bisa menguasai peradaban unggul dan utama.

“Sehingga orientasi pada prestasi, kapabilitas, kemampuan, menjadi sesuatu hal yang sangat penting untuk terus selalu dikembangkan,” imbuh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, Sabtu (2/5) saat pembukaan Darul Arqam Purna (DAP) Kader Tingkat VI tahun ajaran 2025-2026 di Kampus Induk Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Salah satu jargon di Persyarikatan Muhammadiyah yang beken yaitu Ar-Ruju' ilal Qur'an wa as-Sunnah. Hal menarik di sini kata Agung, antara Muhammadiyah dan kelompok literalis (tekstualis, skriptualis), memahami konteks ini dengan berbeda.

“Kalau kelompok literalis kembali kepada Qur’an dan Sunnahnya dengan membaca, mengkaji, kemudian meneliti mana ritual, mana tradisi umat yang tidak sesuai dengan Qur’an-Sunnah yang dibaca secara tekstual, kemudian menyimpulkan,” jelas Agung.

Sementara, Muhammadiyah sendiri memandang konteks Ar-Ruju' ilal Qur'an wa as-Sunnah lebih jauh beyond dari pemikiran kelompok literalis. Yakni memosisikan Islam dan agama mendorong umatnya hidup berkemajuan.

Dari tilikan sejarah, tampak pada masa zaman Nabi Muhammad kehidupan masyarakat terkungkung oleh kejahiliyah. “Dari segi peradaban mereka tertinggal,” beber Agung, hal itu terjadi di seluruh dimensi. Tapi apa yang dilakukan oleh Nabi Akhir Zaman itu dengan berpokok pangkal dari dua sumber primer tersebut?

“Dalam waktu yang tidak terlalu lama, mampu mengubah karakter masyarakat Arab yang semula jahiliyah menjadi masyarakat yang bersatu padu, ukhuwahnya kuat sekali,” bongkarnya. Lebih-lebih lagi, orientasi kepada masa depan sangat luar biasa.

“Bisa dibayangkan dari masyarakat yang sangat keterbelakang, tidak memiliki karakter maju, diubah sedemikian rupa menjadi karakter maju,” imbuhnya.

Di sinilah Ar-Ruju' ilal Qur'an wa as-Sunnah yang dipahami oleh Muhammadiyah. Yang mengaksentuasikan pada basis karakternya, yakni kehidupan keterbelakang menjadi kehidupan yang serba maju dan berkemajuan.

“Ar-Ruju' ilal Qur'an wa as-Sunnah lebih kepada bagaimana membangkitkan umat Islam yang terpuruk menjadi umat Islam yang unggul, menjadi umat Islam yang memiliki peradaban utama, memiliki karakter yang hebat,” tegas Agung.

Yakni karaker yang berkelindan dengan yang diajarkan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah bermanifes membawa kemajuan. “Inilah Ar-Ruju' ilal Qur'an wa as-Sunnah yang dipahami oleh Muhammadiyah,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Memasuki hari ke 2, RAKORNAS Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya....

Suara Muhammadiyah

25 October 2025

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Palembang kembali menunjukkan kelasnya diti....

Suara Muhammadiyah

11 January 2026

Berita

CIREBON, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Cirebon adakan pengajian dalam ....

Suara Muhammadiyah

17 November 2024

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah - Untuk merayakan Milad ‘Aisyiyah ke-107 dengan tema "Memperkok....

Suara Muhammadiyah

8 June 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Ribuan pelajar mengikuti apel akbar milad ke-111 Muhammadiyah di Lap....

Suara Muhammadiyah

19 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah