BATURRADEN, Suara Muhammadiyah – Dari lereng sejuk Gunung Slamet, tepatnya di kawasan Baturraden, ratusan jamaah mengikuti shalat Idul Fitri 1447 H, Jumat (20/3). Shalat Id ini digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Baturraden dengan imam Yahya An Nuhair Al-Hafidz dan khatib Faozan Amar, Wakil Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dalam khutbahnya, Faozan menegaskan, ketakwaan pasca-Ramadan tidak boleh berhenti sebagai ritual personal. “Spirit ketakwaan tidak boleh berhenti di atas sajadah; ia harus bertransformasi menjadi energi penggerak untuk menjawab tantangan zaman. Dakwah Muhammadiyah harus hadir melalui penguatan pilar pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pesan Al-Qur’an tentang perubahan nasib suatu kaum yang bergantung pada ikhtiar mereka sendiri, sebagaimana terkandung dalam QS Ar-Ra’d ayat 11. Seruan tersebut diperluas menjadi ajakan untuk membangun kemandirian umat sekaligus merawat solidaritas kemanusiaan global, termasuk dengan mendoakan kemerdekaan Palestina.
“Perubahan tidak akan datang tanpa kesungguhan usaha. Karena itu, mari kita rawat ketakwaan dengan kerja nyata, sekaligus meneguhkan solidaritas kemanusiaan dengan mendoakan kemerdekaan Palestina,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris PCM Baturraden, Nur Khasbi menyampaikan permohonan maaf atas perubahan lokasi akibat cuaca, sekaligus mengapresiasi antusiasme jamaah.
“Kami memohon maaf atas perubahan lokasi karena faktor cuaca. Terima kasih atas kehadiran jamaah yang tetap memadati lokasi dengan penuh kekhidmatan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi lintas pihak, termasuk aparat keamanan, Linmas Desa Rempoah, serta KOKAM Suryakusuma Marda Banyumas yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.
Apresiasi serupa disampaikan Wakil Ketua PCM Baturraden, Bambang Riyanto. Ia mengungkapkan progres pembangunan Masjid Assalam yang terus berjalan dengan semangat gotong royong umat.
“Hingga saat ini dana yang terhimpun mencapai sekitar Rp586 juta dari total kebutuhan tahap pertama sebesar Rp1,017 miliar. Progres pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen sejak dimulai pada 15 September 2025,” jelasnya.
Ia menegaskan komitmen transparansi dalam pengelolaan dana umat, sekaligus mengajak jamaah untuk terus berpartisipasi dalam gerakan filantropi melalui Lazismu Baturraden.
Pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan lancar berkat kolaborasi antara aparat keamanan dan elemen masyarakat. Personel Koramil dan Polsek Baturraden bersinergi dengan KOKAM serta Linmas Desa Rempoah dalam mengatur arus jamaah dan menjaga keamanan. (Tarqum)
