Spirit Idul Fitri Kembangkan Tiga Dimensi Manifestasi Pasca Ramadhan

Publish

31 March 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
970
Arifuddin Ahmad saat menyampaikan khutbah Idul Fitri 1446 H

Arifuddin Ahmad saat menyampaikan khutbah Idul Fitri 1446 H

PINRANG, Suara Muhammadiyah – Arifuddin Ahmad, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, menyampaikan khutbah Idul Fitri 1446 H. Khutbah disampaikan di Pelataran Masjid Mujahidin Muhammadiyah Pinrang, Sulawesi Selatan, Senin (31/3).

Dalam khutbahnya, ia menekankan pentingnya memanifestasikan nilai-nilai Ramadhan melalui tiga dimensi: spiritual, aksional, dan institusional, sebagai bentuk penyempurnaan ibadah pascabulan suci.

“Ramadhan adalah madrasah ruhiyah (sekolah spiritual) yang mengajak kita untuk tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga membersihkan jiwa, menguatkan iman, serta membangun kesalehan sosial dan kelembagaan,” katanya.

Dalam dimensi spiritual, ia menjelaskan Ramadan sebagai momentum untuk mentazkiyah an-nafs (penyucian diri) melalui puasa, shalat, dan zakat. “Puasa bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana mengembalikan fitrah manusia sebagai hamba Allah (Abdillah) yang lahir dengan potensi zikir dan akal,” tegasnya.

Ia mengutip QS Al-Baqarah (2): 183 tentang tujuan puasa meningkatkan ketakwaan, serta mencontohkan keteladanan Rasulullah SAW yang memperbanyak iktikaf dan tahajud di sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Pada dimensi aksional, Arifuddin menyerukan agar nilai Ramadan diwujudkan dalam tutur kata, perilaku, dan kepedulian sosial. “Puasa melatih kita mengendalikan syahwat, menghindari ucapan kotor, serta peka terhadap penderitaan sesama,” ujarnya.

Ia mengingatkan hadis Rasulullah SAW tentang bau mulut orang berpuasa yang lebih harum di sisi Allah daripada minyak kasturi, serta pentingnya zakat fitrah sebagai penyucian diri dan bantuan bagi kaum dhuafa.

Pada tingkat institusional, Ia mendorong umat Islam membangun sistem yang mendukung pelaksanaan ibadah. “Shalat khusyuk membutuhkan masjid yang nyaman, zakat memerlukan sistem ekonomi produktif, dan puasa harus menginspirasi penguatan SDM unggul,” paparnya.

Menurutnya, institusi keagamaan, pendidikan, dan sosial harus bersinergi untuk mewujudkan visi Islam sebagai khayra ummah (umat terbaik).

Arifuddin mengajak jamaah berdoa agar dosa-dosa diampuni, pemimpin diberi hidayah, dan solidaritas umat semakin kuat. “Ya Allah, jadikan kami bagian dari hamba-Mu yang istikamah, menjadi teladan dalam kebaikan, dan dijauhkan dari siksa dunia-akhirat,” ucapnya dalam penutup khutbah. (Hadi/Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

‎MEULABOH, Suara Muhammadiyah - Ketua  LAZISMU Aceh Firdaus Nyak Idien lakukan silaturrahmi....

Suara Muhammadiyah

24 July 2025

Berita

Maluku, Suara Muhammadiyah-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI (Mendiktisaintek) Prof....

Suara Muhammadiyah

24 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ramadhan menjadi momentum bagi Universitas Muhammadiyah Yogyak....

Suara Muhammadiyah

5 April 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada Sabtu, 14 Juni 2025 menjadi puncak bagi proses pendidikan keter....

Suara Muhammadiyah

14 June 2025

Berita

Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menyelenggarakan Kegiatan Uhamka Youth Academy 202....

Suara Muhammadiyah

26 November 2025