MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Tiga siswi SMP Muhammadiyah Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Neha Sajida, Nashiratun Nurul Azka, dan Khansa Aqilah Saputra berhasil meraih Medali Emas cabang Fahmil Qur’an pada Olympiade Ahmad Dahlan VIII yang digelar di Makassar, 12–14 Februari 2026.
Keberhasilan ini menegaskan kapasitas SMP Muhammadiyah Pleret dalam membina generasi unggul yang berprestasi di bidang keagamaan dan akademik. Ajang OlympicAD merupakan agenda resmi Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal PP Muhammadiyah yang diselenggarakan dua tahun sekali sebagai ruang silaturahim nasional sekaligus wahana peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah.
Capaian emas tersebut bukan diraih secara instan. Sebelum melaju ke tingkat nasional, ketiganya lebih dulu menjuarai OlympicAD tingkat Provinsi DIY. Proses seleksi yang ketat serta persiapan intensif menjadi bagian penting dari perjalanan mereka menuju Makassar.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas capaian ini. Kami tidak menyangka bisa membawa pulang medali emas untuk sekolah dan PWM DIY. Semua ini berkat doa orang tua, bimbingan guru, dan kerja sama tim yang solid,” ujar Neha.
Cabang Fahmil Qur’an menuntut ketepatan dan kecepatan menjawab soal, keluasan pemahaman ayat Al-Qur’an, hingga kemampuan memahami kandungan nilai-nilai keislaman. Sistem soal cepat-tepat membuat kompetisi berlangsung dinamis dan kompetitif. Konsentrasi, kekompakan, serta ketenangan menjadi faktor penentu kemenangan.
Neha menjelaskan, persiapan dilakukan melalui latihan rutin bersama pembina, pendalaman materi, serta simulasi lomba untuk mengasah mental bertanding. Tantangan terbesar, menurutnya, adalah menjaga konsistensi performa saat berhadapan dengan peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami belajar untuk saling menguatkan. Ketika salah satu merasa gugup, yang lain memberi semangat. Kami ingin menunjukkan bahwa pelajar Muhammadiyah mampu berprestasi dan tetap menjunjung adab,” katanya.
Prestasi ini sekaligus mencerminkan keberhasilan pembinaan karakter dan literasi Al-Qur’an di lingkungan SMP Muhammadiyah Pleret. Sekolah tidak hanya mendorong capaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai kolaborasi, disiplin, dan integritas.
Ke depan, ketiganya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas diri serta berbagi pengalaman kepada adik kelas agar tradisi prestasi tetap terjaga. “Kami ingin terus belajar dan memperbaiki diri. Semoga ke depan bisa berprestasi lagi di tingkat yang lebih tinggi dan memberi manfaat lebih luas bagi umat,” ujar Neha.

