Sketsa Keberagaman di Masjid Cheng Hoo Banyuwangi

Publish

9 June 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
463
Istimewa

Istimewa

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah - Eco Bhinneka Muhammadiyah Regional Banyuwangi pada Jumat, 7 Juni 2024 mengadakan kegiatan di Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo, yang terletak di Kelurahan Sumberejo Kecamatan Banyuwangi. Masjid ini sangatlah unik karena memiliki arsitektur dan filosofi dari etnis Tionghoa.

Naufal Anfal selaku Kepala Manajemen Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo menuturkan bahwa bangunan masjid memiliki filosofi tersendiri yaitu terdiri dari kubah persegi berjumlah 8 (delapan), yang melambangkan 8 (delapan) pintu surga. Kemudian terdapat 5 (lima) susun kubah yang melambangkan 5 (lima) rukun islam dan waktu sholat, serta terdapat 20 pilar utama yang melambangkan 20 sifat Allah. Kemudian dalam sambutannya Kepala Manajemen Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo mengucapkan selamat datang dan rasa bahagia karena dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. 

Tema materi yang dipilih untuk sarasehan kali ini adalah Sketsa Kehidupan Keberagaman. Pemilihan tema tersebut bukan tanpa dasar melainkan sesuai dengan tujuan dari Eco Bhinneka yakni membangun komunitas lintas agama yang tangguh dan inklusif untuk mendukung KBB (Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan).

Kegiatan tersebut menunjukkan dan menyadarkan para peserta bahwa dalam kehidupan, sebagai makhluk sosial tidaklah lepas dari keberagaman.

Di manapun kita berada selalu ada persamaan dan perbedaan. Akan tetapi, yang terpenting adalah cara kita menyikapi perbedaan yang ada dengan bijak. Yunda Muntazhimah menuturkan, “yang pasti perbedaan itu adalah suatu keniscayaan, apalagi memang Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi, misalnya saya di Sumatra Utara itu sukunya Batak, banyak banget ada yang Mandailing, Karo, Dairi, Toba, kadang satu suku, tapi dialeknya beda-beda. Nah itulah potret Indonesia.”

Sarasehan berlangsung dengan semarak dan diikuti oleh 30 peserta, berasal dari beragam latar belakang  baik agama, organisasi, maupun profesi, antara lain Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, tim nasional Eco Bhinneka Muhammadiyah, Regional Manager Eco Bhinneka Banyuwangi,  Among (Anak Muda Eco Bhinneka Blambangan), Pemuda Trijati, Ketua PC  Ikatan Pelajar Muhammadiyah Purwoharjo, serta guru dan pelajar sekolah  dampingan Eco Bhinneka. 

Harapan Windarti sebagai Regional Manajer Eco Bhinneka Banyuwangi ialah program dapat diteruskan kembali karena perihal kerukunan antarumat beragama sangat baik karena semua orang tahu dampak dari ketidakrukunan itu sangatlah besar dan buruk. Kemudian berkaitan dengan pelestarian alam juga Winda menyampaikan, “kita semua hidup di alam, kalau bukan kita yang menjaga lalu siapa lagi, sedangkan hidup kita berdampingan dengan lingkungan atau alam tersebut.”(Novia/Winda)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menyemarakkan Milad Ke-16, Universitas Muhammadiyah Ria....

Suara Muhammadiyah

6 June 2024

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah -  Setiap musibah memang tidak bisa ditebak kehadirannya. Sepe....

Suara Muhammadiyah

21 September 2023

Berita

GRESIK, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) kembali menjadi tuan rumah kegiat....

Suara Muhammadiyah

24 May 2024

Berita

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah - Guru dan  Karyawan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Dig....

Suara Muhammadiyah

22 January 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dadang Kahmad menyampaikan apresiasinya kepada Majelis Pustaka dan I....

Suara Muhammadiyah

25 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah