Secara Genetik, Islam adalah Agama yang Berkemajuan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
170
Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA

Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Islam secara substansi, merupakan agama yang dibawa oleh para Nabi, sejak Nabi Ibrahim sampai Nabi Muhammad Saw. “Maka jelas bahwa Islam secara genetik adalah berkemajuan,” tegas Muhammad Saad Ibrahim.

Islam berkembang secara cepat. “Salah satu penanda tentang kemajuan,” kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, Kamis (19/3) di TvMu Channel program Tasiyah Kiai Saad Ibrahim.

Komposisi ajaran Islam secara komprehensif termaktub di dalam sumber primer; Al-Qur’an dan Alahadits Almaqbulah. “Yang secara ilmu bisa diterima,” tekannya.

Tentu saja, dua sumber primer itu memberikan mosaik pengajaran sarat makna. Demikian pula, memberikan tantangan bagi umatnya.

Menukil Qs an-Naml ayat 40. Secara redaksional, ayat ini mencitrakan kala itu Nabi Sulaiman bermaksud memboyong singgasana Ratu Balqis dari Yaman menuju Palestina.

“Jarak antara Yaman ke Palestina itu sekitar 1200 KM,” ungkap Saad.

Tawaran Nabi Sulaiman itu, direspons oleh Ifrit dari golongan jin. “Wahai Sulaiman, akulah yang akan membawanya yaitu singgasana Ratu Balqis itu, kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu.”

Tapi, rupayanya Nabi Sulaiman mengingankan hal itu lebih cepat. Maka, tampillah seorang yang mempunyai ilmu menawarkan dirinya seraya menyanggupi dengan mengusung singgasana itu dalam tempo sekejap.

“Itu benda riel, bukan maya. Dipindahkan dalam tempo yang detikan,” demikian secuil tantangan yang dikontekstualisasikan dengan kemajuan peradaban yang diproduksi oleh manusia.

Sekali pun begitu, kata Saad, itu belum yang terdahsyat. Yang lebih dahsyat ada lagi, yaitu Isra Mikraj, menjadi salah satu bagian integral mukjizat Nabi Muhammad Saw.

“Nabi menempuh perjalanan Isra Mikraj selama kira-kira 8 jam. Pulang pergi. Dari al-masjid al-haram menuju al-masjid Al-Aqsa,” jelas Saad, menggarisbawahi konteks Isra.

Lalu, disambung dengan Mikrajnya. Nabi Muhammad Saw menembus sampai beberapa galaksi langit sampai ke Sidratul Muntaha. Yang mendapat ilham pensyariatan shalat lima waktu.

“Ini tantangan yang jauh lebih dahsyat. Dan rasanya, perkembangan ilmu pengetahuan tidak akan bisa menyemai itu semuanya, termasuk kemajuan apa pun,” tegasnya, sekali lagi.

Di situlah aneka tantangan yang tersaji meniscayakan Islam secara genetik berkemajuan. Tetapi, dalam praktiknya, terkadang belum sesuai dengan koridor substansi yang dimaksudkan.

“Kita sekali lagi menjadikan Islam dalam ruang dan waktu itu tetap mencerminkan berkemajuan, mencerminkan at-taqaddum. Tapi at-taqaddum yang at-taqaddum al-Islamiy,” tukas Saad. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Lantunan musik kosidahan menyambut kedatangan tamu undangan. Maje....

Suara Muhammadiyah

13 October 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Universitas Maysia Pe....

Suara Muhammadiyah

7 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Lembaga Risiliensi Bencana (LRB) / Muhammadiyah Disaste....

Suara Muhammadiyah

27 May 2025

Berita

Jakarta, Suara Muhamadiyah — Pesantren Dea Malela menyelenggarakan kunjungan pendidikan kelima....

Suara Muhammadiyah

24 October 2025

Berita

MAMUJU, Suara Muhammadiyah - Prosesi wisuda sarjana angkatan III 2023 Universitas Muhammadiyah Mamuj....

Suara Muhammadiyah

12 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah