PASURUAN, Suara Muhammadiyah - Tawa riang anak-anak berpadu dengan semilir angin persawahan di kawasan wisata Ranu Grati Sewu (Ranting Sewu), Pasuruan, Kamis (29/1).
Sekitar 100 siswa kelas 2 SD Muhammadiyah 24 Surabaya tampak berlarian kecil, menggenggam botol minum masing-masing, menyusuri alam terbuka yang hari itu berubah menjadi ruang belajar tanpa dinding.
Kegiatan outbound ramah lingkungan tersebut bukan sekadar agenda rekreasi. Di balik permainan dan eksplorasi alam, terselip pesan penting tentang kepedulian lingkungan, cinta alam, serta rasa syukur atas ciptaan Allah SwT.
Siswa telah dibiasakan membawa tumbler pribadi. Langkah sederhana ini menjadi simbol komitmen sekolah dalam meminimalisir penggunaan sampah plastik sekali pakai. Di tengah meningkatnya persoalan sampah plastik yang sulit terurai, kebiasaan kecil tersebut justru memiliki dampak edukatif yang besar.
Kepala SD Muhammadiyah 24 Surabaya, Norma menegaskan, penggunaan tumbler bukan kebijakan sesaat. Menurutnya, ini bagian dari pembiasaan karakter peduli lingkungan.
“Budaya membawa tumbler sudah lama kami terapkan di sekolah, tidak hanya saat kegiatan di luar kelas,” tuturnya.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari pihak pengelola wisata. Rizka, perwakilan pengelola Ranting Sewu, mengaku terkesan dengan kedisiplinan siswa.
“Sepanjang kami menerima kunjungan, belum pernah ada sekolah yang menerapkan hal seperti ini secara konsisten,” ungkapnya.
Selain edukasi pengelolaan sampah, siswa juga diajak menyatu langsung dengan alam. Aktivitas ini mengajarkan mereka tentang keseimbangan ekosistem sekaligus menanamkan nilai syukur atas nikmat alam yang menjadi sumber kehidupan.
Rangkaian kegiatan outbound semakin lengkap dengan pengenalan fauna dan praktik hidroponik. Edukasi fauna menarik perhatian siswa karena beberapa jenis hewan jarang mereka temui di lingkungan sekitar.
Sementara itu, hidroponik dikenalkan sebagai metode bercocok tanam berkelanjutan yang menekankan efisiensi sumber daya dan pelestarian lingkungan. (Dini)

