Santri Ma’had Ahmad Dahlan Laksanakan Pengabdian Ramadhan

Publish

9 March 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1054
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BOJONEGORO, Suara Muhammadiyah - Santri Ma’had Ahmad Dahlan STIT Muhammadiyah Bojonegoro tengah menjalankan program pengabdian Ramadhan di tiga pondok pesantren yang berlokasi di Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini berlangsung mulai 7 hingga 21 Maret 2025 dengan tujuan meningkatkan peran santri dalam dakwah, pendidikan, dan pelayanan masyarakat.

Pada tahun ini, santri pengabdian ditempatkan di tiga pesantren, yakni Pondok Pesantren An-Nur, Pondok Pesantren Sidiq Al Kautsar, dan Pondok Pesantren Al Munawir Balen. Mereka berperan aktif dalam berbagai program, seperti pembinaan tahsin dan tahfidz Al-Qur’an, kajian keislaman, serta kegiatan sosial di lingkungan pesantren.

Di Pondok Pesantren An-Nur, yang diasuh oleh Ustadz Abdul Qodir, santri Ma’had Ahmad Dahlan fokus pada penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar serta menghafalnya. Selain itu, mereka turut mendampingi santri dalam praktik ibadah, seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan penyampaian kultum.

Salah satu peserta pengabdian, Robi, mengungkapkan bahwa pengalaman di Ponpes An-Nur menjadi kesempatan berharga bagi mereka untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh.
"Kami mendapatkan banyak pelajaran dari kegiatan ini. Mengajar santri junior tidak hanya mengasah kesabaran kami, tetapi juga memperdalam pemahaman kami terhadap tajwid dan qira’at," katanya.

Di sisi lain, di Pondok Pesantren Sidiq Al Kautsar yang diasuh oleh Ustadz Muzamil, santri Ma’had Ahmad Dahlan bertugas mengisi kajian keislaman serta membimbing santri dalam pengembangan keterampilan berdakwah. Selain itu, mereka juga mendampingi santri dalam program tahfidz dan tahsin Al-Qur’an.

Menurut Ustadz Muzamil, kehadiran santri Ma’had Ahmad Dahlan membawa semangat baru dalam aktivitas pesantren selama Ramadhan.
"Mereka memiliki wawasan keislaman yang baik dan mampu menyampaikannya dengan cara yang menarik. Santri kami sangat antusias mengikuti kajian yang diberikan," ujarnya.

Selain aspek keagamaan, para santri pengabdian juga turut serta dalam berbagai kegiatan sosial, seperti bakti sosial dan pembagian takjil gratis di sekitar lingkungan pesantren.

Sementara itu, di Pondok Pesantren Al Munawir Balen yang dibimbing oleh Ustadz Suyitno, fokus utama pengabdian adalah pembinaan akhlak dan penguatan karakter Islami. Santri Ma’had Ahmad Dahlan membimbing para santri mengenai pentingnya adab dalam kehidupan sehari-hari.

Mereka juga mengadakan pelatihan dakwah dan pengelolaan organisasi santri, termasuk teknik menulis ceramah, public speaking, serta strategi dakwah yang efektif.

Menurut Ustadz Suyitno, program ini sangat membantu dalam membangun kedisiplinan dan meningkatkan kesadaran santri akan pentingnya akhlak dalam kehidupan.
"Santri yang datang bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran mereka memberi inspirasi bagi santri kami untuk terus belajar dan berbenah diri," jelasnya.

Pengasuh Ma’had Ahmad Dahlan, M. Arif Susanto, menjelaskan bahwa program ini bertujuan membentuk santri yang tidak hanya memiliki keilmuan yang mumpuni, tetapi juga kepedulian sosial yang tinggi.

"Kami ingin mencetak santri yang memiliki ketangguhan mental dalam berdakwah serta mampu mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari di tengah masyarakat," katanya.

Mudir Ma’had Ahmad Dahlan STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Ibnu Habibi, menegaskan bahwa program ini akan terus dikembangkan dan ditingkatkan agar manfaatnya semakin luas.

"Kami berkomitmen menjadikan pengabdian Ramadhan sebagai program tahunan. Ini bukan sekadar berbagi ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan kepemimpinan santri agar mereka menjadi ulama yang dekat dengan umat," tuturnya.

Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro turut menyampaikan harapan agar program ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga terus berkembang dengan menjalin lebih banyak kerja sama dengan pesantren lain.

"Kami ingin santri kami semakin terampil dalam mengajar, berdakwah, dan menjalin interaksi dengan masyarakat. Kami berharap mereka bisa menjadi agen perubahan yang menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin," ujarnya.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KEMBARAN, Suara Muhammadiyah – Dalam suasana penuh khidmat, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM....

Suara Muhammadiyah

23 December 2024

Berita

BATAM, Suara Muhammadiyah - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemen....

Suara Muhammadiyah

28 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dampak perubahan iklim menjadi isu penting saat ini. Dampaknya suda....

Suara Muhammadiyah

23 March 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Dosen UAD melalui program pengabdian kepada masyarakat LPPM UAD kembali....

Suara Muhammadiyah

7 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 (Wibraga) Yogyakarta menggelar a....

Suara Muhammadiyah

28 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah