Refleksikan Perang Uhud, Raker Unismuh Dorong Sinergi Menuju Daya Saing Global

Publish

29 August 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
141
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR,  Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun Akademik 2025–2026 di Balai Sidang Muktamar ke-47, Jumat - Sabtu, 29-30 Agustus 2025. Raker yang dihadiri 307 peserta dari seluruh unsur pimpinan dan unit kerja di Unismuh. Kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergi Program Berdampak: Akselerasi Menuju Universitas Berdaya Saing Global 2028.”

Ketua Panitia, Prof Nursalam, menyebut Raker kali ini menjadi momentum penting untuk merumuskan arah kerja universitas dalam empat bidang utama: akademik, sumber daya, kemahasiswaan, serta sistem informasi. 

“Untuk tahun 2025–2026, kita menetapkan 135 indikator kinerja utama dan 27 indikator tambahan. Totalnya 162 indikator yang akan menjadi fokus kerja lintas unit,” ujar Nursalam, dalam acara Pembukaan, Jumat, 29 Agustus 2025.

Ketua Badan Perencanaan Unismuh Makassar itu menambahkan, Raker akan berlangsung selama dua hari. Hari pertama diisi dengan paparan Rektor, Wakil Rektor, serta Badan Pembina Harian (BPH), sedangkan hari kedua fokus pada pembahasan komisi. Terdapat empat komisi tematik serta satu komisi kebijakan yang melibatkan semua unsur pimpinan fakultas, lembaga, hingga program studi.

Rektor Unismuh Makassar, Dr Abdul Rakhim Nanda, dalam sambutannya menekankan pentingnya Raker sebagai forum penetapan prioritas kerja. “Rapat kerja ini adalah perhelatan tahunan untuk menurunkan Rencana Strategis (Rensra) ke dalam Rencana Kerja Tahunan. Dengan begitu, setiap tahun kita punya skala prioritas yang jelas,” katanya.

Rakhim Nanda menegaskan, penetapan program harus disertai rasionalisasi anggaran agar implementasi dapat terukur. “Semua rencana harus punya proporsi anggaran. Dengan begitu, capaian indikator kinerja utama dan tambahan bisa lebih realistis,” ujarnya.

Ia menekankan tiga kata kunci Unismuh dalam menyusun program strategis, yakni Green, Islamic, dan Futuristic. “Greennya berarti eco-friendly, Islamicnya sejalan dengan risalah Islam Berkemajuan, dan futuristicnya adalah kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Pelajaran dari Perang Uhud

Rektor merujuk pada Surah Ali Imran ayat 159, yang turun terkait peristiwa Perang Uhud. Ia menegaskan bahwa konteks perang tidak untuk disamakan dengan kondisi Unismuh, melainkan sebagai pelajaran kepemimpinan.

"Perang Uhud terjadi pada tahun ke-3 Hijriah. Rasulullah SAW awalnya memilih strategi bertahan di Madinah menghadapi serangan Quraisy. Namun, sebagian pemuda bersemangat mendesak keluar kota. Nabi pun menerima keputusan musyawarah, mengenakan baju perang, dan berangkat ke Uhud," urai Rakhim.

Di sana, Rasul menempatkan pasukan panah di atas bukit dengan pesan tegas, “jangan tinggalkan posisi kalian, apapun yang terjadi—menang atau kalah.”

Pada awal pertempuran, jelas Rakhim, pasukan Muslim unggul. Tentara Quraisy kocar-kacir. Namun, sebagian pasukan panah tergoda oleh harta rampasan (ghanimah) dan meninggalkan posisi.

Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Khalid bin Walid (saat itu masih musyrik), yang memimpin pasukan berkuda berputar dari belakang gunung, lalu menyerang balik kaum Muslimin dari arah tak terduga.

"Serangan mendadak membuat pasukan Muslim porak-poranda. Rasulullah SAW sendiri terkena serangan: pengikat helm beliau menancap ke rahang hingga menyebabkan beliau pingsan. Sahabat kemudian menyelamatkannya naik ke bukit, sementara musuh berusaha mencari kesempatan menghabisi beliau," jelas Rakhim.

Kekalahan ini mengguncang kaum Muslim, sebagian merasa putus asa. Namun, Allah SWT menurunkan ayat yang menegaskan kelembutan Rasul sebagai faktor pemersatu:

“Maka berkat rahmat Allah, engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.” (Ali Imran: 159).

Rektor menegaskan, inti pelajaran dari Perang Uhud bukan pada kekalahan militer, melainkan rahmat Allah yang menghadirkan kelembutan hati Rasulullah SAW.

“Kalau pemimpin berkeras hati, orang-orang akan lari dari sekitarnya. Karena itu, pimpinan di Unismuh juga harus menjaga kelembutan, agar dosen, pegawai, dan mahasiswa tidak menjauh,” ujar Rektor.

Rakhim menambahkan, kebersamaan adalah modal utama agar Unismuh tetap tegak, berkembang, dan bertahan hingga jauh ke depan. Bahkan ia mengingatkan, “Jangan bekerja karena suka atau tidak suka, tapi karena kita ingin membesarkan Unismuh.”

Komitmen Organisasi

Ketua BPH Unismuh, Prof Gagaring Pagalung, dalam sambutannya menekankan tiga hal penting: komitmen organisasi, budaya organisasi, dan etika akademik. “Tujuan individu jangan sampai lebih dominan daripada tujuan organisasi. Harus ada goal congruence, keselarasan antara keduanya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Sulsel, Prof Ambo Asse, menutup sesi pembukaan dengan ajakan agar seluruh civitas akademika menjaga semangat kolegialitas dan disiplin. Ia menegaskan, “Universitas Muhammadiyah maju, Persyarikatan Muhammadiyah juga akan maju dan bangga. Semua pejabat dan pegawai harus menjalankan fungsi secara maksimal sebagai amanah,” katanya.

Raker Unismuh Makassar tahun ini menargetkan akselerasi menuju universitas berdaya saing global 2028. “Strateginya jelas: mempercepat langkah, menambah program, memperkuat akreditasi, dan meneguhkan budaya organisasi,” ujar Ambo Asse.

Dengan arah yang sudah disepakati bersama, Raker ini diharapkan tidak hanya menjadi forum rutin, tetapi juga langkah nyata memperkuat daya saing Unismuh di tingkat nasional maupun global.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Barat menggelar ....

Suara Muhammadiyah

23 March 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 580 Anggota DPR RI dan 152 Anggota DPD RI yang terpilih berda....

Suara Muhammadiyah

1 October 2024

Berita

BEKASI, Suara Muhammadiyah - Ramadhan, yang sangat Istimewa bagi umat islam di seluruh dunia. Dimana....

Suara Muhammadiyah

4 April 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Redaktur Suara Muhammadiyah, Ganjar Sri Husodo, meraih penghargaan jua....

Suara Muhammadiyah

28 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sejak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasm....

Suara Muhammadiyah

28 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah