BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah - Dunia bisnis saat ini tengah menghadapi tantangan yang sangat krusial dan kompleks. Banyak bisnis yang bertumbangan di tengah gelombang dahsyat perubahan zaman sekarang.
Dibongkar Deni Asy'ari, biang keroknya karena belum memiliki sistem yang kuat. "Organisasi bisnis yang dikelola secara perorangan (individu) tidak bisa maksimal, hasil juga tidak bisa maksimal," bebernya saat Rapat Kerja PT Syarikat Cahaya/Media Suara Muhammadiyah di Kiyana Resort Dieng, Sirangan, Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (10/1).
Bagi Deni, sistem memegang peranan sangat vital. "Harus ada sistem di dalamnya," tekannya. "Ini yang sedang kita upayakan bersama," sambungnya.
Inilah yang direpresentasikan Deni bak Menunggang Kuda Terlatih. Maknanya, organisasi bisnis memiliki jangkar sistem yang kokoh. "Sistem bisnis mesti bagus lagi," tambahnya dengan tegas.
Di samping itu, diperlukan manajemen. Deni mengakui, management bisnis saat ini masih belum maksimal. "Management bisnis kita belum kuat," tegas Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah tersebut.

Di sinilah pokok pangkal yang kemudian dikonstruksi sedemikian rupa. "Siapkan manajemen bisnis kita. Dan kita akan menjadi juara," tuturnya.
Tidak bisa tidak. Bekerja dalam menjalankan bisnis jangan sampai memarginalisasikan management. "Semua unit bisnis kita harus punya manajemen bisnis yang jelas," sebut Deni.
Maka, pasca-tahun baru ini, dua variabel tersebut harus di dekonstruksi agar dunia bisnis tidak tertatih-tatih dalam mengaklimatisasi zaman yang begitu krusial ini.
"Bisnis yang mampu bertahan adalah bisnis yang memiliki sistem dan manajemen yang kuat, dan inilah sesungguhnya bisnis yang sejati," tegas Deni sekali lagi. Hal substansial lainnya mendasari pada sistematika kerja kolektivitas (teamwork).
Raihan Suara Muhammadiyah sampai sekarang, singkap Deni, dianggap muskil termanifestasi tanpa adanya bantalan kolektivitas dari seluruh tim. "Kekuatan teamwork kita yang sampai hari ini banyak orang di luar kagum," bebernya.
Oleh karena itu, Deni memecut seluruh tim agar pada tahun 2026 agar bergerak dalam satu orbit terstruktur: sistem dan management benar-benar kuat. Pokok pentingnya harus kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.
"Kalau kita sudah ikhlas bekerja di Suara Muhammadiyah, kita sudah ikhlas bekerja bareng-bareng, maka tidak ada yang berat. Yang ada peluang. Karena kita merasakan cinta terhadap perusahaan ini, merasakan cinta terhadap bisnisnya sebagaimana kita mencintai keluarga kita semuanya," tandasnya. (Cris)

