JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta Melalui Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani (MPKSDI) menggelar acara penting dalam sistem pengkaderan persyarikatan yaitu menetapkan Korps Instruktur PWM Jakarta serta mengukuhkan 38 instruktur baru. Yanh bertempat di Aula FKIP UHAMKA Jakarta Timur (25/2)
Dalam sambutannya, Zulfahmi Yasir Yunan menegaskan para instruktur yang telah dinyatakan lulus ini siap bertugas dalam berbagai lini untuk memperkuat kaderisasi Muhammadiyah di Jakarta dan sekitarnya.
"Setelah dikukuhkan, seorang instruktur harus siap bertugas di berbagai lini, baik di rumah sakit, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), maupun Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM). Ini adalah tugas pengkaderan Muhammadiyah di DKI Jakarta yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab," ujarnya.
Selain itu, instruktur yang telah dikukuhkan akan mendapatkan syahadah dan dapat didaftarkan dalam registrasi instruktur nasional, sehingga mereka bisa bertugas tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di seluruh Indonesia.
"Ini adalah komitmen kita bersama untuk memperkuat kaderisasi dan peran instruktur di Muhammadiyah," tambah Zulfahmi yang juga ketua Korps Instruktur DKI Jakarta
Sementara itu, Ketua MPKSDI DKI Jakarta, Dr. Irwan Badillah, menekankan pentingnya peran instruktur dalam sistem pengkaderan Muhammadiyah.
"Instruktur adalah jantung persyarikatan. Mereka adalah kader elit yang bertugas menjaga ideologi Muhammadiyah serta sistem pengkaderan di dalamnya," katanya.
Irwan juga berharap agar sistem pengkaderan dapat diimplementasikan dengan baik di berbagai amal usaha Muhammadiyah (AUM).
"Kita harus memastikan instruktur yang telah dikukuhkan dapat tersebar di berbagai lini, termasuk di rumah sakit, sekolah, dan lembaga Muhammadiyah lainnya. Registrasi di tingkat nasional juga menjadi kewajiban agar mereka terintegrasi dalam Korps Instruktur Nasional," ujarnya.
Dengan pengukuhan ini, MPKSDI PWM DKI Jakarta berharap kebutuhan instruktur di berbagai wilayah dapat terpenuhi dengan baik. Para instruktur yang telah bergabung juga diharapkan bisa berbagi pengalaman dan memperkuat jaringan kaderisasi Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Langkah ini diharapkan semakin memperkokoh sistem pengkaderan Muhammadiyah di DKI Jakarta dan mendukung pengembangan kader persyarikatan secara nasional.