Pustakawan UNIMMA Perkuat Kiprah Nasional dalam Seminar Literasi AI

Publish

30 October 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
408
Foto Istimewa

Foto Istimewa

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Pustakawan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Jamzanah Wahyu Widayati, S.I.Pust., M.A., menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Perpustakaan bertema “Integrasi Artificial Intelligence dalam Ekosistem Perpustakaan dan Pendidikan”. Kegiatan diselenggarakan oleh Universitas Muria Kudus (UMK) pada Rabu (29/10).

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh guru serta pustakawan dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi tersebut, Jamzanah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Tengah, menyampaikan materi berjudul “Smart Library, Smart Librarian: Menyambut AI dengan Bijak”.

Menurutnya, penerapan AI saat ini tidak hanya sebatas tren teknologi, tetapi telah menjadi bagian penting dari transformasi layanan informasi di berbagai lembaga pendidikan. “AI menghadirkan peluang baru sekaligus tantangan bagi pustakawan karena dapat digunakan dalam berbagai layanan perpustakaan seperti chatbot referensi, sistem rekomendasi bacaan, klasifikasi otomatis, hingga analisis perilaku pengguna. Teknologi ini membantu pustakawan meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas akses informasi bagi pemustaka,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa penerapan AI memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan, baik di tingkat perguruan tinggi maupun sekolah. “Di perguruan tinggi, AI berperan dalam mendukung riset, manajemen repositori, serta layanan akademik berbasis data. Sementara di sekolah, AI dapat membantu pengembangan literasi digital, menyesuaikan koleksi dengan minat siswa, dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif,” ujarnya.

Meski demikian, Jamzanah juga menyoroti berbagai tantangan yang perlu diwaspadai, seperti bias algoritma, penyebaran informasi salah (AI hallucination), pelanggaran privasi, hingga penurunan kemampuan berpikir kritis pengguna. Oleh karena itu, pustakawan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kredibilitas informasi. “Pustakawan harus mampu memastikan hasil dari AI tetap kredibel. Caranya dengan memverifikasi sumber asli, memeriksa relevansi data, serta menjadikan AI sebagai alat bantu, bukan sumber utama. Literasi AI juga perlu dibangun agar siswa dan mahasiswa tidak sekadar menjadi pengguna, tetapi juga mampu berpikir kritis terhadap informasi yang mereka terima,” tambahnya.

Menutup pemaparannya, Jamzanah menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman, tetapi peluang bagi pustakawan untuk memperkuat peran strategisnya. “AI bukan lawan, tetapi kawan. Dengan pemanfaatan yang bijak, etis, dan kritis, AI dapat memperkuat peran pustakawan sebagai fasilitator literasi dan penjaga integritas informasi,” pungkasnya.

Adapun partisipasi aktif pustakawan UNIMMA dalam berbagai kegiatan tingkat nasional ini menunjukkan komitmen universitas untuk terus berperan dalam pengembangan literasi digital dan penguatan ekosistem pengetahuan di era transformasi teknologi.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PABELAN, Suara Muhammadiyah - Tim Varch dari Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mu....

Suara Muhammadiyah

23 February 2024

Berita

Hadiah Melimpah, Voucher, dan Beasiswa sambut Calon Pemimpin Masa Depan! SORONG, Suara Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

18 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI)Universitas Ahmad Dahlan pad....

Suara Muhammadiyah

27 May 2024

Berita

Bedah Tokoh Filsuf dan Tokoh Kebangsaan Indonesia JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Komisariat....

Suara Muhammadiyah

6 June 2024

Berita

KUPANG, Suara Muhammadiyah – Pengrajin kain tenun khas Desa Tli'u merasa terhormat menerima ku....

Suara Muhammadiyah

5 December 2024