Puluhan Ribu Lebih Jamaah Shalat Idul Fitri 1446 H Muhammadiyah Kota Semarang

Publish

2 April 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
135
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 49 lokasi idulfitri 1446 H  di 16 kecamatan digelar Muhammadiyah Kota Semarang. Total jamaah yang hadir diperkirakan mencapai lebih dari 30 ribu orang.

Para penceramah yang tergabung dalam Korps Mubaligh Muhammadiyah Kota Semarang dikerahkan untuk menjadi khatib di berbagai lokasi tersebut. Para  khatib yang  bertugas diantaranya adalah sejumlah anggota pleno  Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang. Seperti Drs. H. Nurbini, M,Si di halaman Masjid Baitul Iman Manyaran,  Dr. H. AM Jumai M.M., di lapangan parkir ex wonderia,  dan Prof. Dr. Ahwan Fanani, MAg, di lapangan Taman Lansia RW 02 Kel Rejosari. Sementara itu, Ketua PDM Kota Semarang Dr. Fachrur Rozi, M.Ag pada pelaksanaan shalat idulfitri tahun ini ditugaskan sebagai khatib di Badan Dakwah Islam (BDI) Pertamina Cilacap.

Untuk pertama kalinya, PDM Kota Semarang juga melaksanakan penyelenggaraan shalat idulfitri di halaman Masjid At Taqwa Ngaliyan di Wates. Masjid ini merupakan masjid terbaru PDM Kota Semarang yang resmi dioperasikan bulan Mei 2024 lalu. Adapun yang bertindak sebagai khatib di sana adalah Kholid Winandar, S.Ag dari Majelis Tarjih PDM Kota Semarang.

H.Nurbini dalam ceramahnya menekankan pentingnya umat muslim  bisa bisa bersikap istiqamah beribadah pascaramadan. Orang yang bisa istiqamah, ajeg terus dalam ibadah itu lebih baik daripada orang yang memperbanyak ibadah."Bisa terus istiqamah adalah karamah seorang wali Allah (kekasih Allah) yang luar biasa," tegas dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo ini, mengutip kitab Majmu’ah Al-Fatawa.

Kiat Istiqamah

Ada enam kiat yang bisa kita lakukan agar bisa terus istiqamah dalam beribadah, walaupun ramadan telah berlalu, papar H. Nurbini.

Pertama, selalu berdoa pada Allah, karena istiqamah itu hidayah dari-Nya. Doa yang sering dipanjatkan rasulullah salah satunya:"Ya muqollibal quluub tsabbit qolbii ‘ala diinik". Artinya: "Wahai zat yang maha membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu".

Kedua, berusaha menjaga keikhlasan dalam ibadah. Sebagaimana sabda nabi dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: “Segala sesuatu yang didasari ikhlas karena Allah, pasti akan langgeng".  
 
Ketiga, rutin beramal walau sedikit. Amal yang dilakukan ajeg (kontinu) walaupun sedikit itu lebih dicintai Allah dibandingkan amalan yang langsung banyak namun tak ajeg. Sebagaimana disebutkan dalam hadist Bukhari Muslim, dari ’Aisyah radhiyallahu ’anha, beliau mengatakan bahwa rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: "Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinyu walaupun itu sedikit".

Keempat, rajin koreksi diri (muhasabah). Dalam surat Al Hasyr ayat 18, lanjut H. Nurbini, Allah perintahkan kita agar rajin bermuhasabah.  “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah
kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Kelima, memilih teman yang shalih. "Teman yang shalih punya pengaruh untuk menguatkan iman dan terus istiqamah. Karena kita akan terpengaruh dengan
kelakuan baiknya hingga semangat untuk beramal," ujarnya.

Dan keenam, melakukan puasa Syawal. Karena dengan melakukan puasa Syawal berarti sebagai tanda
diterimanya amalan puasa Ramadhan sebelumnya.

Bersatu Padu

Sementara itu, pelaksanaan shalat idulfitri 1446 H  di halaman parkir ex Wonderia dihadiri ribuan jamaah. Tempat lapang yang sudah lama mangkrak dan sepi itu, Senin (31/3/2025) pagi kemarin mendadak tumpah ruah dipadati jamaah shalat idulfitri. Tampil sebagai imam dan khatib pimpinan pleno PDM Kota Semarang Dr. H. KRAT.AM.Juma’i,SE.MM yang juga merupakan Ketua Lembaga Dakwah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah. Dr H. Juma'i mengambil tema ceramah: "Hikmah Makna Ramadaan dan Cerminan dalam  Kehidupan Sehari-hari"

Dia menekankan pentingnya keberadaan umat muslim sebagai hamba Allah, umat rasulullah dan warga negara NKRI. Masing –masing memiliki tanggung jawab,komitmen dan loyalitas yang penuh.

"Sebagai hamba Allah harus taat terhadap perintah-perintah dan menjauhi larangan–larangannya. Sebagai umat rasulullah harus bisa menteladani dan mengikuti  apa yang dicontohkan baginda rasul,  dan sebagai warga negara harus taat dan patuh terhadap aturan dan undang-undang yang berlaku.

Sebagai warga masyarakat,kata dosen Universitas Muhammadiyah Semarang ini,kita harus turut serta andil dalam proses pembangunan sesuai dengan daya kemampuan kita. Bagi yang punya harta kekayaan bisa berkontribusi dengan kekayaannnya. Bagi yang memiliki tenaga, power dan kekuasaanya maka bisa berkontribusi dengan tenaga power dan kekuasaannya. Dan bagi yang memiliki ilmu dan pengalaman bisa berkontribusi dengan ilmu dan pengalamannya, jelasnya.

"Di Kota Semarang kita telah memiliki wali kota yang sah hasil pilkada serentak pada tahun 2024 lalu. Maka sekarang saatnya bersatu padu, tidak lagi melihat latar belakang politik,latar belakang pilihannya dalam pilkada. Akan tetapi saat ini wali kota adalah Agustin dan wakil wali kota adalah Iswar yang harus menjadi mitra aktif dan produktif," ujarnya.

Jika kebijakan-kebijakanya baik, maka kita dukung. Namun jika kebijakannya menyengsarakan rakyat dan tidak berpihak kepada rakyat, maka kita wajib mengingatkannya, tegas Dr. Juma'i.

God Spot

Adapun di lapangan Taman Lansia RW 02 Kel Rejosari, Prof. Dr. Ahwan Fanani, M.Ag., menyeru jamaah menjadikan idulfitri sebagai momentum menemukan dan mengaktifkan kembali kesadaran fitri. Sebagaimana firman Allah dalam surat ar-Rum ayat 30: "Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam sesuai) fitrah (dari) Allah yang telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah (tersebut). Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".

Sejak sebelum lahir, terang Prof. Ahwan, manusia telah mengadakan perjanjian primordial dengan Allah, ketika dimintai persaksian oleh Allah saat kita dalam sulbi: Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Benar (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi (surat al-A’raf 171).

Pernyataan Alquran tersebut kemudian dibenarkan oleh sains modern. Pada tahun 1990-seorang ahli riset psikologi dan syaraf, Michael Persinger menemukan bahwa kedekatan seseorang dengan kekuatan spiritual akan mengaktifkan bagian tertentu pada otak, yang disebut dengan God Spot atau titik Ketuhanan.

Penelitian itu kemudian diperkuat oleh ahli syaraf dari Universitas California Los Angeles, V.S Ramachandran, yang menemukan aktivitas listrik pada otak manusia ketika ia menjalani aktivitas spiritual. Aktivitas Listrik itu bahkan menyebar pada beberapa bagian otak. Orang yang lebih "beriman" cenderung menggunakan aktivitas yang lebih tinggi dari sisi kiri otak dan lebih cenderung lebih memikirkan orang lain, jelas guru besar UIN Walisongo itu.  

"Penemuan itu memperkuat kembali petunjuk Alquran bahwa manusia dikaruniai Allah dengan watak bawaan, yang berupa fitrah. Fitrah itu adalah kecenderungan untuk bertuhan dan berserah diri kepada Sang Supranatural, yaitu Allah," tegas Prof. Ahwan.

Fitrah itulah, sambung dia, kemurnian yang kita semua bawa sebelum kita mendapatkan pendidikan dari lingkungan kita. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim: "Tidak ada seorang bayipun yang dilahirkan kecuali dilahirkan pada fitrahnya. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi".

Oleh karena itulah, selama bulan Ramadan, kita didorong kembali untuk memperkuat fitrah dalam diri kita. Kita didorong untuk mengaktifkan kembali God Spot atau titik ketuhanan dalam diri kita. Begitu kita mampu menemukan gelombang kesadaran akan Tuhan dan kesadaran spiritual kita, maka kita menemukan fitrah kita kembali, terang Prof. Ahwan yang juga merupakan ketua takmir Masjid At Taqwa Ngaliyan itu.

Hal kedua yang patut direnungkan dalam dalam perayaan idulfitri adalah bahwa penemuan kembali fitrah manusia dan pengaktifan god spot itu tidak hanya memiliki dampak vertikal, berupa kesadaran akan kebenaran Keesaan Allah, melainkan memiliki dampak horizontal.

Prof. Ahwan melanjutkan, syariat Islam memiliki tujuan (maqashid) dan hikmah. Tujuan utama syariat Islam, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Suyuthi dalam al-Asybah wa al-Nadzair, adalah jalbul mashalih wa dar’ al-mafasid (memperoleh kemaslahatan dan mencegah kemadharatan). Kemaslahatan pada dasarnya adalah hal-hal yang diinginkan oleh manusia, baik berupa kesenangan atau kebaikan.

Dengan demikian perayaan idulfitri harus dimaknai kembali kepada fitrah manusia dan merayakan pula nilai luhur yang tumbuh dalam diri manusia setelah dipupuk selama ramadan. Yaitu nilai luhur yang tumbuh dari keinginan untuk mencegah perbuatan keji dan munkar dan kecenderungan untuk berbuat kebajikan kepada sesama, ajak Prof. Ahwan.

Sementara itu,H.Kholid Winanda, S.Ag dalam ceramahnya di pelataran halaman Masjid At-Taqwa Ngaliyan mengingatkan jamaah tentang tanda-tanda diterimanya amal ibadah selama ramadan.  Salah satu tanda diterimanya amal adalah keberlanjutan dalam berbuat kebaikan.

“Min ajri amalis sholih, amal sholih ba’dah. Artinya, setelah melakukan amal saleh, hendaknya seseorang terus melanjutkan amal saleh lainnya,' seru dia.

Beberapa bentuk amalan yang dianjurkan setelah ramadan antara lain puasa enam hari di bulan Syawal, shalat tahajud, membaca Al-Qur’an, serta bersedekah.  

Selain itu, H.Kholid Winanda juga menekankan bahwa orang yang amalnya diterima justru akan semakin takut jika amalannya tidak bernilai di sisi Allah. Hal ini tercermin dari sikap mereka yang semakin menjauhi maksiat, pandai bersyukur, gemar berbagi, memakmurkan masjid, dan senantiasa menjaga silaturahmi.  


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Semarak Ramadhan sering dimeriahkan dengan berbagai macam bent....

Suara Muhammadiyah

10 March 2025

Berita

SINJAI, Suara Muhammadiyah - Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa berharap, peran majelis-lembaga ....

Suara Muhammadiyah

22 September 2023

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah -Prodi Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar akan melatih pengetahuan dan ....

Suara Muhammadiyah

13 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah Pimpinan Pusat Muhammad....

Suara Muhammadiyah

30 April 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar acara Soft Launching ....

Suara Muhammadiyah

1 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah