Program BERDAYA Dorong Difabel Bangkit Mandiri, Muhammadiyah dan Lazismu Perkuat Ekonomi Inklusif

Publish

30 December 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
378
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah bersama Lazismu menggelar Pelatihan Keterampilan Kewirausahaan dan Penyaluran Bantuan Modal Tahap I melalui Program BERDAYA (Bersama Difabel Berkarya) pada Selasa, 30 Desember 2025, bertempat di Aula Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lantai 1, Jakarta.

Kegiatan ini merupakan upaya mendorong kemandirian ekonomi penyandang difabel melalui pendekatan pelatihan, pendampingan usaha, serta penguatan jejaring ekonomi. Program BERDAYA menyasar 30 penyandang difabel dari berbagai ragam disabilitas yang berdomisili di wilayah Jabodetabek.

Program BERDAYA merupakan kelanjutan dari Gerakan Ekonomi Inklusif tahap ketiga hasil kolaborasi MPKS PP Muhammadiyah dan Lazismu, yang menekankan pemberdayaan berkelanjutan agar penyandang difabel mampu meningkatkan kapasitas usaha dan bertransformasi menjadi pelaku ekonomi mandiri.

Wakil Ketua I MPKS PP Muhammadiyah, Dr. Ridwan Furqoni, M.P.I, menegaskan bahwa beragama dalam Muhammadiyah tidak berhenti pada kesalehan personal, tetapi harus menghadirkan dampak nyata bagi sesama.
“Beragama dalam Muhammadiyah harus berdampak. Amal saleh itu bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi menebarkan kebaikan dan kemaslahatan. Program BERDAYA adalah ikhtiar menyempurnakan ibadah dengan memberi manfaat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya transformasi penerima manfaat menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.
“Kita ingin mendorong perubahan dari penerima menjadi pemberi, dari mustahik menjadi muzaki. Karena itu, MPKS dan Lazismu harus berjalan bersama, saling menguatkan,” tambahnya.

Sementara itu, Artati Haris, M.Si, Badan Pengurus Lazismu Pusat, menekankan bahwa zakat, infak, dan sedekah harus memberikan dampak jangka panjang, bukan sekadar bantuan sesaat.
“Zakat seharusnya mampu mengubah kehidupan. Dari rentan menjadi tangguh, dari bergantung menjadi mandiri, dari terpinggirkan menjadi berdaya dan berperan,” jelasnya.

Menurut Artati, tantangan yang dihadapi penyandang difabel bersifat berlapis, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga stigma sosial. Karena itu, kerja pemberdayaan membutuhkan kolaborasi dan orkestrasi yang kuat.
“MPKS memiliki peran strategis sebagai orkestrator agar kerja-kerja pemberdayaan tidak berserakan dan dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam keynote speech-nya, perwakilan PP Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurohman, Sp.S., M.Kes, mengajak peserta untuk tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang untuk berkarya dan berdaya.
“Allah tidak melihat fisik dan rupa, tetapi iman, hati, dan amal. Amal saleh itu adalah karya-karya yang baik. Kekurangan bukan penghalang prestasi,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa pemberdayaan difabel merupakan bagian dari misi Muhammadiyah untuk membebaskan, memberdayakan, dan memajukan martabat manusia.
“Kita mungkin tidak bisa mengendalikan ombak kehidupan, tetapi kita bisa mengendalikan kapal kita. Dengan niat yang ikhlas dan semangat berkarya, difabel bisa bangkit, mandiri, dan berjaya,” tegasnya.

Melalui Program BERDAYA, MPKS PP Muhammadiyah dan Lazismu berharap tercipta model pemberdayaan ekonomi difabel yang dapat direplikasi di berbagai wilayah, sehingga semakin banyak penyandang difabel memperoleh kesempatan hidup mandiri dan bermartabat.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Gerakan Subuh Mengaji (GSM) edisi ke-229, sudah memasuki tahun ke-4. P....

Suara Muhammadiyah

26 August 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bencana alam yang menerpa Sumatera dan sekitarnya, niscaya meninggalka....

Suara Muhammadiyah

14 February 2026

Berita

MELBOURNE, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Australia meng....

Suara Muhammadiyah

12 December 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka sambut bulan Ramadhan, pengajian rutin Ahad ketiga PCM Dep....

Suara Muhammadiyah

17 February 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Abdul Mu'ti, ME....

Suara Muhammadiyah

20 April 2024