Program BERDAYA Dorong Difabel Bangkit Mandiri, Muhammadiyah dan Lazismu Perkuat Ekonomi Inklusif

Publish

30 December 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
242
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah bersama Lazismu menggelar Pelatihan Keterampilan Kewirausahaan dan Penyaluran Bantuan Modal Tahap I melalui Program BERDAYA (Bersama Difabel Berkarya) pada Selasa, 30 Desember 2025, bertempat di Aula Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lantai 1, Jakarta.

Kegiatan ini merupakan upaya mendorong kemandirian ekonomi penyandang difabel melalui pendekatan pelatihan, pendampingan usaha, serta penguatan jejaring ekonomi. Program BERDAYA menyasar 30 penyandang difabel dari berbagai ragam disabilitas yang berdomisili di wilayah Jabodetabek.

Program BERDAYA merupakan kelanjutan dari Gerakan Ekonomi Inklusif tahap ketiga hasil kolaborasi MPKS PP Muhammadiyah dan Lazismu, yang menekankan pemberdayaan berkelanjutan agar penyandang difabel mampu meningkatkan kapasitas usaha dan bertransformasi menjadi pelaku ekonomi mandiri.

Wakil Ketua I MPKS PP Muhammadiyah, Dr. Ridwan Furqoni, M.P.I, menegaskan bahwa beragama dalam Muhammadiyah tidak berhenti pada kesalehan personal, tetapi harus menghadirkan dampak nyata bagi sesama.
“Beragama dalam Muhammadiyah harus berdampak. Amal saleh itu bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi menebarkan kebaikan dan kemaslahatan. Program BERDAYA adalah ikhtiar menyempurnakan ibadah dengan memberi manfaat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya transformasi penerima manfaat menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.
“Kita ingin mendorong perubahan dari penerima menjadi pemberi, dari mustahik menjadi muzaki. Karena itu, MPKS dan Lazismu harus berjalan bersama, saling menguatkan,” tambahnya.

Sementara itu, Artati Haris, M.Si, Badan Pengurus Lazismu Pusat, menekankan bahwa zakat, infak, dan sedekah harus memberikan dampak jangka panjang, bukan sekadar bantuan sesaat.
“Zakat seharusnya mampu mengubah kehidupan. Dari rentan menjadi tangguh, dari bergantung menjadi mandiri, dari terpinggirkan menjadi berdaya dan berperan,” jelasnya.

Menurut Artati, tantangan yang dihadapi penyandang difabel bersifat berlapis, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga stigma sosial. Karena itu, kerja pemberdayaan membutuhkan kolaborasi dan orkestrasi yang kuat.
“MPKS memiliki peran strategis sebagai orkestrator agar kerja-kerja pemberdayaan tidak berserakan dan dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam keynote speech-nya, perwakilan PP Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurohman, Sp.S., M.Kes, mengajak peserta untuk tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang untuk berkarya dan berdaya.
“Allah tidak melihat fisik dan rupa, tetapi iman, hati, dan amal. Amal saleh itu adalah karya-karya yang baik. Kekurangan bukan penghalang prestasi,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa pemberdayaan difabel merupakan bagian dari misi Muhammadiyah untuk membebaskan, memberdayakan, dan memajukan martabat manusia.
“Kita mungkin tidak bisa mengendalikan ombak kehidupan, tetapi kita bisa mengendalikan kapal kita. Dengan niat yang ikhlas dan semangat berkarya, difabel bisa bangkit, mandiri, dan berjaya,” tegasnya.

Melalui Program BERDAYA, MPKS PP Muhammadiyah dan Lazismu berharap tercipta model pemberdayaan ekonomi difabel yang dapat direplikasi di berbagai wilayah, sehingga semakin banyak penyandang difabel memperoleh kesempatan hidup mandiri dan bermartabat.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Riau....

Suara Muhammadiyah

16 October 2024

Berita

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Pondok Modern Muhammadiyah Subulussalam Kota Tegal adalah satu-satunya p....

Suara Muhammadiyah

11 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

10 January 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Universitas Muhammadiyah (....

Suara Muhammadiyah

2 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mendukun....

Suara Muhammadiyah

1 August 2024