Prodi Psikologi Islam UMRI Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia

Publish

13 October 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
440
Istimewa

Istimewa

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Program Studi (Prodi) Psikologi Islam Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day) dengan menyelenggarakan serangkaian kegiatan edukatif dan inspiratif. Kegiatan ini mengusung tema “Mengobati Luka Masa Lalu”, sebagai bentuk kepedulian terhadap isu kesehatan mental mahasiswa dan civitas akademika melalui pendekatan Islami dan aktivitas kreatif pada Jum’at (10/10/2025) yang berlangsung di lingkungan kampus Umri.

Kegiatan diawali dengan kajian keislaman yang menghadirkan narasumber Dr. Santoso, SS MSi., seorang akademisi sekaligus pakar psikologi Islam. Dalam pemaparannya, Dr Santoso menekankan pentingnya proses penyembuhan luka batin dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual Islam dan pendekatan psikologi modern.

“Luka masa lalu tidak perlu dilupakan, tetapi perlu dipahami dan disembuhkan dengan kesadaran, memaafkan, serta keimanan,” ujarnya.

Usai sesi kajian, acara dilanjutkan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif mahasiswa, antara lain bazar mahasiswa, pentas seni (pensi), serta Focus Group Discussion (FGD) yang membahas isu-isu kesehatan mental yang sering dialami mahasiswa. Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk mengekspresikan diri, membangun empati, dan berdialog terbuka mengenai tantangan psikologis di lingkungan kampus.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Psikologi Islam Umri, Dwita Razkia, MPsi Psikolog., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Program Studi dalam menumbuhkan kesadaran serta kepedulian terhadap kesehatan mental, khususnya di kalangan mahasiswa.

“Kami ingin mengajak seluruh civitas akademika untuk tidak lagi menganggap kesehatan mental sebagai hal yang tabu. Kesehatan jiwa adalah bagian penting dari kesejahteraan manusia secara menyeluruh. Mulailah peduli terhadap kesehatan mental diri sendiri, lalu lanjutkan dengan peduli terhadap sesama,” tegasnya.

Dengan semangat kolaboratif antara dosen dan mahasiswa, peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia ini diharapkan menjadi momen reflektif untuk terus menumbuhkan budaya self-awareness, self-care, serta kepedulian sosial yang berkelanjutan di lingkungan kampus. (Dwita Razkia)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Dunia terus berkembang. Dakwah pun demikian. Dinamika dakwah tidak pe....

Suara Muhammadiyah

31 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Masih dalam nuasa Syawalan, LAZISMU Daerah Istimewa Yogyakarta meny....

Suara Muhammadiyah

29 April 2025

Berita

PONTIANAK, Suara Muhammadiyah - Dalam suasana hangat dan reflektif, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

13 October 2025

Berita

JAMBI, Suara Muhammadiyah - Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sungai ....

Suara Muhammadiyah

15 September 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Riau melalui Departemen P....

Suara Muhammadiyah

25 July 2024