PRM Ketunggeng Dukun Launching Pesantren Lansia

Publish

9 November 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
354
Pesantren Lansia

Pesantren Lansia

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Tak ada kata terlambat untuk menimba ilmu agama. Semangat inilah yang diusung Muhammadiyah Ranting Ketunggeng Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang,  dengan meluncurkan pesantren khusus lansia “Al-Ma’un” di dusun Kwilet Desa Ketunggeng Dukun, Sabtu (8/11/2025).

Kehadiran pesantren lansia ini dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan rohani para lanjut usia yang ingin mengisi masa senja dengan kegiatan bermanfaat dan penuh makna.

Peresmian pesantren berlangsung sederhana namun khidmat. Hadir dalam acara tersebut Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah kabupaten Magelang M Nasirudin, jajaran PCM dan PCA Dukun serta PRM dan PRA Ketunggeng.

Langkah ini menunjukkan bahwa gerakan dakwah Muhammadiyah terus berinovasi dan tidak terpaku pada satu bidang saja saja. Pesantren lansia ini dirancang dengan kurikulum yang relevan, fasilitas memadai, serta program pendampingan spiritual yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta.

Ketua PRM Ketunggeng yang sekaligus sebagai mudir, Imam Hardani mengatakan pesantren lansia ini merupakan program untuk fastabiqul khairat, membantu para lansia menambah ilmu keagamaan dan ilmu menjaga kesehatan lansia. “Kuota pesantren lansia ini sebenarnya 30 orang tetapi antusiasme masyarakat cukup tinggi. Peminatnya mencapai 56 orang,” kata Dani.

Peresmian ditandai dengan penanda tanganan papan nama pesantren dan pengalungan tanda peserta oleh ketua PDM Kabupaten Magelang, M Nasirudin didampingi ketua PCM Dukun, Rahmad dan ketua PRM Ketunggeng, Imam Hardani.
Ketua PDM kabupaten Magelang M.Nasirudin sangat mengapresiasi langkah PRM Ketunggeng. “Lansia itu usia yang cukup menentukan dan penting. Melalui pesantren ini memberi bekal kepada para lansia untuk khusnul khotimah sehingga mendapatkan surga,” kata Nasirudin.

“Langkah PRM ini benar dan sangat baik. Kita harus membiasakan yang benar, bukan membenarkan kebiasaan. Karena banyak kebiasaan di lingkungan kita yang tidak baik,” tambah Nasirudin.

Kegiatan Pertemuan pesantren lansia dipusatkan di Musholla Al-Ma’un dusun Kwilet RT 02/RW 03 desa Ketunggeng kecamatan Dukun kabupaten Magelang. Kegiatan setiap angkatan dilakukan tiap hari  Sabtu sebanyak 4 kali selama 1 bulan. Pada akhir kegiatan diadakan wisuda angkatan.

Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PDM Kabupaten Magelang, Seneng Widodo menyambut baik adanya Pesantren Lansia di PRM Ketunggeng, karena ini sejalan dengan program LDK. “Program pesantren ini sejalan dengan program LDK. Sejumlah wilayah sudah berdiri pesantren lansia Muhammadiyah seperti PCM Sawangan dan PCM Dukun,” kata Seneng.

“Program pesantren lansia Muhammadiyah ini salah satu program LDK. Program LDK yang lain seperti  kerjasama dan pembimbingan agama kepada para narapidana dan BikersMu. Seiring meningkatnya jumlah lansia maka pesantren lansia Muhammadiyah akan terus kita dirikan di tempat lain,” ujarnya.

Pada hari pertama Pesantren Lansia “Al-Ma’un” diisi materi tentang Misteri Alam Kubur oleh ustad Seneng Widodo dan Fiqih Waqaf Praktis oleh ustadz Eko Andono. Materi belajar lain yang diberikan di pesantren lansia ini  aqidah, fiqih,  adab,  tafsir,  kemuhammadiyahan,  dan kesehatan lansia. (diko/nurul)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah sejak awal menunjukkan keterkaitan erat antara g....

Suara Muhammadiyah

13 January 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Seniman dangdut legendaris Raden Haji "Oma" Irama atau yang ke....

Suara Muhammadiyah

26 September 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dipandu oleh Anggit Prabowo M.Pd, Magister Pendidikan Matematika UA....

Suara Muhammadiyah

2 March 2024

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Ranting ’Aisyiyah (PRA) Gunungpring menggelar ke....

Suara Muhammadiyah

1 January 2026

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Menandai dimulainya perkuliahan semester ganjil tahun akademik....

Suara Muhammadiyah

3 October 2025