SALAM, Suara Muhammadiyah — Pada bulan suci Ramadhan 1447 H, Pondok Pesantren Baabul Jannah SMK Muhammadiyah 1 Salam kembali menerjunkan para santrinya dalam program Mubaligh Hijrah sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Program ini menjadi sarana dakwah sekaligus pembelajaran langsung bagi santri di tengah umat. Para santri terlibat dalam berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari menjadi imam dan khatib, mengisi kultum dan kajian, membimbing TPA, hingga mendampingi pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadhan.
Para santri Mubaligh Hijrah tersebut akan bermukim di lokasi penugasan selama 20 hari, terhitung mulai 16 Februari hingga 10 Maret 2026.
Pengasuh santri Ponpes Baabul Jannah SMK Muhammadiyah 1 Jumoyo Salam, Ustad Seneng Widodo, S.Pd., mengatakan bahwa wilayah penugasan tahun ini meliputi tiga kabupaten, yakni Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Magelang.
“Di Kabupaten Wonosobo kami menugaskan empat santri yang ditempatkan di Kecamatan Kejajar. Di Kabupaten Kulonprogo terdapat 13 santri di Kecamatan Kalibawang. Sementara di Kabupaten Magelang sebanyak 24 santri bertugas di Kecamatan Salam, Muntilan, Dukun, dan Srumbung,” jelasnya.
Dengan demikian, total santri yang diterjunkan dalam program Mubaligh Hijrah Ramadhan 1447 H ini berjumlah 41 santri.
Ustad Seneng berharap program ini dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi para santri. “Program ini menjadi media pembelajaran untuk mengasah kemampuan dakwah, kepemimpinan, dan pengabdian sosial para santri,” ujarnya.
Selain menjalankan tugas dakwah di masyarakat, para santri juga mendapatkan penguatan spiritual. “Setiap sore, satu jam menjelang berbuka puasa, para santri mengikuti kajian keislaman yang penuh hikmah untuk menambah ilmu, memperdalam pemahaman agama, serta menguatkan iman dan ketakwaan,” pungkasnya. (NA)

