Pengajian UMKU: Islam Wasathiyah dalam Perspektif Praksis

Publish

10 July 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
802
Foto Istimewa

Foto Istimewa

KUDUS, Suara Muhammadiyah – Selasa, 8 Juli 2025, Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) kembali menggelar pengajian rutin secara luring yang dibuka langsung oleh Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto, S.Kp., M.Kes. Acara ini menghadirkan Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., yang merupakan Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) periode 2017–2025, bertempat di Ruang Serbaguna UMKU, Jalan Ganesha 1, Purwosari, Kudus. Pengajian ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari Pengurus Badan Pembina Harian, dosen, dan tenaga kependidikan UMKU.

Dalam kesempatan tersebut, Sofyan Anif yang kini juga menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Madiun menyampaikan materi bertajuk “Islam Wasathiyah dalam Perspektif Praksis.” Ia menjelaskan bahwa Islam wasathiyah dalam konteks persyarikatan Muhammadiyah dimaknai sebagai Islam Berkemajuan.

Muhammadiyah mengusung "Islam Berkemajuan" sebagai identitas dan visi gerakan keislamannya. Istilah ini merujuk pada pemahaman Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, bersifat inklusif dan toleran, menolak segala bentuk ekstremisme dan kekerasan, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan peradaban. Islam Berkemajuan juga berpihak pada keadilan sosial dan kemanusiaan universal. Konsep ini sejalan dengan nilai-nilai wasathiyah (moderat) dalam Islam yang menolak sikap ghuluw (berlebihan) maupun ifrath-tafrith (mengabaikan atau melampaui batas).

“Islam Berkemajuan adalah Islam yang mencerahkan, memajukan kehidupan umat manusia, membebaskan dari kebodohan dan kemiskinan, serta menegakkan keadilan dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Sofyan Anif, yang juga menjabat sebagai Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.

Ia kemudian menjelaskan implementasi nilai wasathiyah dalam Gerakan Muhammadiyah di berbagai bidang. Pertama, dalam pendidikan moderat, Muhammadiyah membangun ribuan sekolah, universitas, dan pesantren modern yang menyeimbangkan antara ilmu agama dan sains, dengan tujuan membentuk generasi Islam yang cerdas, toleran, dan produktif. Kedua, di bidang amal sosial dan kesehatan, Muhammadiyah hadir melalui rumah sakit, panti asuhan, dan lembaga sosial lainnya, menunjukkan wajah Islam yang peduli, welas asih, dan transformatif—menolong siapa saja tanpa membedakan agama atau suku.

Ketiga, dalam konteks kebangsaan dan toleransi, Muhammadiyah memandang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk final dan meyakini bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam, mencerminkan sikap moderat dalam politik kebangsaan. Keempat, dalam hal anti-radikalisme, Muhammadiyah secara tegas menolak segala bentuk radikalisme dan ekstremisme, baik yang berbasis agama maupun ideologi politik. Islam, menurut Muhammadiyah, harus disebarkan secara damai, rasional, dan bijak.

Sofyan Anif menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan jalan tengah yang mencerahkan. Sebagai gerakan tajdid (pembaharuan), Muhammadiyah hadir sebagai poros tengah antara dua kutub ekstrem: bukan Islam yang stagnan dan jumud (terbelakang), dan bukan pula Islam yang liberal tanpa batas. Muhammadiyah menghadirkan Islam yang rasional, otentik, dan kontekstual, dengan komitmen kuat terhadap nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin.

(Supardi)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

AMBON, Suara Muhammadiyah - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauz....

Suara Muhammadiyah

24 February 2025

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Tim Mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (Fik....

Suara Muhammadiyah

16 December 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhamamdiyah (PC IMM) Djazman al-K....

Suara Muhammadiyah

20 September 2024

Berita

BANGKALAN, Suara Muhammadiyah - Milad Muhammadiyah ke-112 dirayakan secara serentak di 38 kabupaten ....

Suara Muhammadiyah

17 November 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengajak masyarakat untuk menyikapi hasil ....

Suara Muhammadiyah

22 March 2024