Pengajian Ramadhan 1447 H, Muhammadiyah Perluas Spektrum Pemahaman Tauhid Murni

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
50
Pengajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Foto: Cris

Pengajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah melangsungkan Pengajian Ramadhan 1447 H di Student Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Pengajian berlangsung selama 3 hari, Jumat-Ahad (20-22/2) dengan mengusung tema "Akidah Islam Berkemajuan: Memperluas Paham Tauhid Murni Tinjauan Ideologis, Filosofis, dan Praksis."

Rektor UMY Achmad Nurmandi menyampaikan selamat datang dan juga mengajak untuk menengok sejarah Muktamar Muhammadiyah tahun 1930 di Fort de Kock, Bukittinggi, yang berlangsung di tengah krisis ekonomi dunia. Ia merujuk buku terbaru terbitan UGM Press yang mengulas dinamika penyelenggaraan muktamar tersebut.

“Pada masa itu dunia sedang mengalami depresi ekonomi, termasuk Hindia Belanda. Namun Muhammadiyah tetap berani menyelenggarakan muktamar, meski sempat ditolak dan harus melalui proses perdebatan panjang,” ungkapnya.

Muktamar tersebut dihadiri sekitar 600 peserta dan ribuan penggembira, dengan pengaturan ketat pemisahan antara laki-laki dan perempuan.

Menariknya, lanjut dia, perdebatan dalam muktamar sudah menyentuh isu-isu progresif, termasuk peran perempuan.

"Bahkan pada tahun 1930, 'Aisyiyah sudah membahas isu poligami dan menggelar lomba bayi sehat. Ini menunjukkan betapa progresifnya pemikiran Muhammadiyah sejak awal,” jelasnya.

Nurmandi menilai sejarah tersebut membentuk collective identity warga Muhammadiyah sebagai identitas kolektif yang ditopang oleh kemampuan mengorganisasi, kerapian struktur, serta kedermawanan dalam berinfak dan bersedekah.

"Apa yang kita lakukan hari ini adalah warisan dari para pendahulu. Sejarah itu membentuk identitas orang Muhammadiyah yang dikenal tidak pelit dan gemar berbagi,” ujarnya.

Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan mengatakan, selama proses intensifikasi ideologisasi melalui berbagai forum seperti Refreshing AIK, Baitul Arqam, hingga Darul Arqam di berbagai level pimpinan dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), ditemukan adanya "ruang kosong" atau hal yang belum terkodifikasi dengan sempurna, yakni terkait tauhid murni yang menjadi karakteristik Risalah Islam Berkemajuan.

​“Selama ini, materi mengenai fikih atau tuntunan ibadah sudah memiliki pedoman yang jelas dari Majelis Tarjih. Namun, untuk materi tauhid, kita masih sering bersifat eklektik, mengambil dari berbagai sumber yang sangat variatif tergantung pada pembicara yang diundang,” ungkapnya.

​Gus Bach mengakui adanya kegundahan karena referensi tauhid yang spesifik Muhammadiyah saat ini masih terbatas pada sumber-sumber umum seperti Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (MADM) serta Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCH).

"Belum ada rumusan yang secara komprehensif dan integratif menunjukkan distingsi (pembeda) akidah Muhammadiyah dibandingkan dengan paham lainnya," terangnya.

Pemilihan tema ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk mengisi "puzzle" yang hilang dalam bangunan paham keislaman warga Persyarikatan. Tujuannya adalah untuk menyempurnakan dan menguatkan ideologi Kemuhammadiyahan secara utuh.

Melalui Pengajian Ramadan ini, Gus Bach berharap dapat menjaring berbagai masukan, gagasan, dan pemikiran dari para tokoh dan pakar. Fokus utamanya adalah membedah tauhid dari perspektif filosofis, teologis, hingga praksis.

​“Kami ingin tauhid tidak hanya berhenti pada aksioma-aksioma normatif, tetapi menjadi tauhid yang fungsional. Tauhid yang menjadi dasar bagi kita semua untuk bergerak dan menerjemahkan Islam yang praksis di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Pengajian ini dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan jajaran seperti Muhammad Saad Ibrahim, Hilman Latief, Agus Taufiqurrahman, dan Agung Danarto.

Demikian juga, Ketua Umum PP Muhammadiyah Salmah Orbayinah beserta jajaran, Majelis, Lembaga, Ortom, dan lainnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perpisahan KKN Alternatif 102 Unit III A.2 Universitas Ahmad Dahlan....

Suara Muhammadiyah

30 December 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Guna membangun kesepahaman tentang kepentingan dan kemajuan ka....

Suara Muhammadiyah

20 June 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah –  Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman ak....

Suara Muhammadiyah

10 May 2025

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menguatkan akar rumput mitra usaha di daerah, Suara Muha....

Suara Muhammadiyah

24 September 2023

Berita

Wakil Bupati Sidrap Pimpin Persiapan Kemah Tahfidz dan Bahasa VIII,  Komitmen Pemda untuk Santr....

Suara Muhammadiyah

31 July 2025