Peluncuran TalentDNA, Bukti Inovasi dan Pembaruan Pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
557
H Didik Suhardi, PhD

H Didik Suhardi, PhD

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam momen Kebangkitan Nasional, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah bersama Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Seminar dan Peluncuran Gerakan Sejuta Guru TalentDNA. Acara ini berlangsung Selasa (20/5) di Menara 165 TB Simatupang, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Menurut Panitia Pelaksana Dwitya Agustina mengatakan, Gerakan Sejuta Guru TalentDNA merupakan komitmen besar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam menghadirkan pendidik yang tidak sekadar mengajar, tetapi mampu memahami potensi peserta didik.

“Sebuah pendekatan dalam pemetaan talenta, karakter, dan kekuatan unik setiap anak,” katanya.

Menurutnya, gerakan tersebut sejalan dengan visi ‘Aisyiyah, yaitu tegakknya agama Islam dan terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

“Serta mendukung visi pengembangan dalam penguatan dakwah amar makruf nahi mungkar secara lebih berkualitas menuju masyarakat yang madani,” jelasnya.

Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PP Muhammadiyah Didik Suhardi menyambut baik atas diluncurkan gerakan tersebut sebagai inovasi dalam membangun SDM menyongsong Indonesia Emas 2045.

‘Kami dari Majelis Dikdasmen-PNF PP ingin melakukan pembaruan-pembaruan, yang mana ini suatu keharusan yang harus kita lakukan sejalan dengan kebutuhan SDM masa depan,” sebutnya.

Didik menyebut, pihaknya terus mendorong agar memperbaiki pendekatan pembelajaran. Berangkat dari evaluasi oleh PISA (Programme for International Student Assessment), bahwa daya nalar anak Indonesia masih sangat rendah. Akar tunjangnya berasal dari pendekatan pembelajaran yang diterapkan belum optimal dalam meningkatkan daya nalar tinggi anak.

“Kita masih fokus pada Low Order Thinking Skills (LOTS), belum mengarah kepada Higher Order Thinking Skills (HOTS). Yaitu pembelajaran dengan daya nalar tinggi,” jelasnya.

Dengan peluncuran gerakan ini, diharapkan bisa mendeteksi lebih awal tentag potensi anak-anak. Menurutnya, anak sekarang mengenai potensi, belum mampu mengungkapkan secara gamblang. “Yang diperlukan kerangka berpikir, tetapi akan lebih maksimal kalau anak itu dididik sesuai dengan potensi yang ada pada mereka,” sebutnya.

Didik menyebut, Majelis Dikdasmen-PNF PP Muhammadiyah berupaya melakukan transformasi pendekatan pembelajaran. Pertama, transformasi pemikiran. Jika dulu banyak melayani anak-anak menengah bawah, tanpa meninggalkan visi sosial, “Kita harus mulai merubah bagaimana kita mengambil market anak-anak di menengah ke atas,” bebernya.

Kedua, mengurangi konflik pengurus dengan AUM. Bagi Didik, masalah ini menempati prosentasenya cukup besar. “Kompetitor kita sudah maju terus, kita masih asyik dengan persoalan internal yang tentu memakan energi dan membuat kita tidak berinovasi,” ujarnya.

Seminar ini menghadirkan narasumber Ketua PP 'Aisyiyah Rohimi Zam Zam dan motivator Ary Ginanjar Agustian. Dan sebagai pemberi amanat dari Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TAKENGON, Suara Muhammadiyah — Emergency Medical Team (EMT)–MDMC Unismuh Makassar mengaw....

Suara Muhammadiyah

3 January 2026

Berita

Bangun Percaya Diri dan Pola Pikir Positif MALANG, Suara Muhammadiyah - SMK Muhammadiyah 2 Kota Mal....

Suara Muhammadiyah

22 September 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Ada yang istimewa dalam Upacara SD Muhammadiyah Condongcatur, Sen....

Suara Muhammadiyah

2 October 2023

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Sabtu (24/02) pagi, di atas sebuah panggung di Lapangan drh. Sup....

Suara Muhammadiyah

25 February 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Resiliensi Bencana Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Ist....

Suara Muhammadiyah

18 September 2023