YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Setiap hal yang dituju, niscaya melewati jalan terjal dan menantang. Dan itu, kata Viko Saputra, merupakan keniscayaan. "Harus lewati jalan yang susah dulu," kata Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Jetis Yogyakarta periode 2023-2027 tersebut.
Hal itu dirasakan dalam menjaring kader-kader yang bermentalitas tinggi. "Secara perorangan itu agak berat, berat banget," bebernya. Namun, dengan ikhtiar dan usaha bertungkus lumus itu, jeratan kesulitan, bisa dilewati bersama.
"Jalan yang susah dulu, jalan yang berat dulu, baru kita bisa merasakan apa itu yang namanya kemudahan," ujarnya. Dan pada akhirnya, mampu mengumpulkan kader-kader yang punya semangat pengabdian totalitas untuk Persyarikatan.
Ketua PCNA Jetis Meilani Grisindi berharap adanya kolaborasi dari semua pihak. Lebih-lebih, ia mencandra program PCNA ke depan yang diorientasikan berdampak positif bagi masyarakat.
"Program-program nanti lebih diarahkan ke pemberdayaan perempuan," sebutnya, seraya berharap agar ada kolaborasi dari semua pihak. Lebih lanjut, bisa lebih bergerak secara agresif. "Menjadi kader yang progresif, lebih aktif dan spiritualitasnya lebih naik lagi nantinya," harapnya.
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Yogyakarta Muhammad Tegar Yudha menyingkap, dinamika PCPM dan PCNA sangat pusparagam. Namun demikian, ia sangat bangga para pengurus PCPM dan PCNA Jetis ini bisa dilantik.
“Semangat ini jangan sampai kendur,” pintanya. Demikian juga, harus solid dan kompak. “Mari bergerak bersama, jangan sendiri-sendiri,” ujarnya, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi untuk menghasilkan program yang baik.
“Kader ini bisa banyak terlibat dalam agenda kemasyarakatan,” lanjutnya, penuh harap, di hadapan Sekretaris PDPM Kota Yogyakarta Nuzulul Purwandana, Sekretaris PDNA Kota Yogyakarta Nafisah Rahimi, dan Ismiyati, Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Jetis.
Sambung dengan itu, Imam Bayu Nugroho, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Jetis Yogyakarta mengingatkan, dalam berorganisasi dijumpai sarat kompleksitas yang terjadi. “Pasti ketemu masalah,” bebernya.
Namun, Bayu mendorong agar optimistis harus ditancapkan dalam denyut nadi kader-kader muda tersebut. “Maka, kalau ketemu masalah, jangan lari dari masalah,” tegasnya. Disebutnya, menjauh dari masalah sama artinya dengan menjauh dari solusi.
“Karena apa? Bersama kesulitan ada kemudahan,” jelasnya. Kemudahan, kata Bayu, menjadi jelmaan dari secercah solusi tersebut. “Maka, kita jangan lari dari masalah,” tekannya sekali lagi dalam pelantikan PCPM dan PCNA Jetis 2023-2027 di Kemantren Jetis Yogyakarta, Senin (16/2).
Mantri Pamong Praja Kemantren Jetis Ekwanto mendorong agar tumbuhnya komitmen dalam berdakwah. “Sekecil apa pun itu,” ajaknya. Baginya, ini sangat penting. “Kalian harus bisa,” lanjutnya. Demikian, kolaborasi. “Termasuk dalam sosial-kemasyarakatan. Karena kolaborasi itu harus dilakukan, apalagi kalian di organisasi,” sambungnya.
Noviar Handi Al-Fani, Wakil Ketua PDM Kota Yogyakarta berharap pengurus terpilih ini harus bisa berekspansi lebih membuana lagi. “Mengajak yang lain aktif di Persyarikatan. Berjuang untuk negara lewat Muhammadiyah,” katanya.
Mencontohkan Jenderal Sudirman, yang menjadi panglima di usia 29 tahun. Di sinilah, tekan Noviar, menjadi spirit bagi kader muda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah hari ini. “Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah di Jetis ini sangat strategis. Karena itu, saya berharap kalian lebih aktif di Persyarikatan,” tandasnya. (Cris)

