OLYMPICAD: Merawat Keunggulan, Meneguhkan Nilai, dan Mengikat Silaturahim Generasi Islam Berkemajuan
Oleh : M. Bakrun Dahlan, Wakil ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah
Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah menempatkan pendidikan sebagai jalan strategis membangun peradaban. Pendidikan tidak dimaknai semata sebagai proses mencerdaskan akal, tetapi sebagai ikhtiar melahirkan manusia yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, serta mampu memberi manfaat bagi umat dan bangsa. Dalam kerangka inilah Olimpiade Ahmad Dahlan (OLYMPICAD) perlu dipahami secara lebih utuh. OLYMPICAD bukan sekadar ajang perlombaan akademik. Ia adalah ruang pembinaan nilai, penguatan etos keunggulan, kaderisasi, sekaligus silaturahmi nasional pendidikan Muhammadiyah.
Kompetisi yang Berakar pada Nilai
Islam tidak pernah menafikan kompetisi. Namun Islam memberikan arah yang jelas: berlomba bukan untuk menegaskan ego, melainkan untuk menebar kebaikan. Seperti yang ada dalam Al Quran: “Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.”
(QS. Al-Baqarah: 148). OLYMPICAD berdiri di atas prinsip ini. Kompetisi diposisikan sebagai sarana pendidikan, bukan tujuan akhir. Prestasi tidak lahir dari jalan pintas, tetapi dari proses panjang yang ditempuh dengan kesungguhan, disiplin, dan kejujuran. Di sinilah OLYMPICAD berbeda dengan kompetisi yang sekadar mengejar peringkat. Ia mengajarkan bahwa keunggulan harus berjalan seiring dengan adab.
Amanat Muktamar dan Arah Pendidikan Muhammadiyah
Dalam berbagai Keputusan Muktamar Muhammadiyah, ditegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah diarahkan untuk membentuk manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, dan mampu menjawab tantangan zaman. OLYMPICAD merupakan pengejawantahan konkret dari amanat tersebut. Ia menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam membangun budaya unggul di satuan pendidikan, tanpa melepaskan akar ideologis dan nilai keislaman. Prestasi yang dikejar bukan prestasi kosong, melainkan prestasi yang berfungsi sebagai modal pengabdian dan kaderisasi.
Belajar sebagai Ibadah, Prestasi sebagai Amanah
Dalam pandangan Muhammadiyah, menuntut ilmu adalah ibadah. Ilmu tidak berdiri netral, tetapi selalu membawa konsekuensi moral. Dalam Al disebutkan yang artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah: 11). OLYMPICAD menanamkan kesadaran bahwa belajar dan berkompetisi harus dilandasi niat yang lurus. Prestasi bukan untuk dibanggakan secara berlebihan, tetapi dipahami sebagai amanah yang harus dijaga, dipertanggungjawabkan, dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan. Inilah nilai penting yang sering luput dalam dunia kompetisi modern
Meneguhkan Integritas dan Akhlak Ilmiah
Tantangan pendidikan hari ini tidak hanya soal rendahnya capaian akademik, tetapi juga krisis integritas. OLYMPICAD hadir sebagai ruang pembelajaran nyata tentang kejujuran, sportivitas, dan amanah. “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak.”(QS. An-Nisa: 58). Melalui proses seleksi, pembinaan, dan perlombaan, peserta didik belajar bahwa: kejujuran lebih utama daripada kemenangan, proses lebih bermakna daripada hasil, dan ilmu tanpa akhlak akan kehilangan nilainya. Inilah pendidikan karakter yang hidup, bukan sekadar jargon.
Belajar Menang dan Kalah secara Dewasa
Tidak semua peserta OLYMPICAD akan menjadi juara. Namun dalam Islam, menang dan kalah sama-sama ujian. “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 153). OLYMPICAD mendidik peserta didik untuk bersyukur tanpa kesombongan ketika berhasil, dan bersabar tanpa keputusasaan ketika belum berhasil. Kegagalan tidak dipandang sebagai akhir, tetapi sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pematangan diri.
Dengan seluruh dimensinya seperti prestasi, nilai, kaderisasi, dan silaturahmi. Olimpiade Ahmad Dahlan (OLYMPICAD) bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang temu nasional yang membentuk generasi Islam berkemajuan. Di tengah zaman yang kerap mengukur keberhasilan secara sempit, OLYMPICAD mengingatkan kita bahwa keunggulan sejati adalah keunggulan yang mencerahkan, prestasi yang menyatukan, dan perjumpaan yang melahirkan persaudaraan. Inilah wajah pendidikan Muhammadiyah: unggul dalam prestasi, kukuh dalam nilai, dan luas dalam silaturahmi.

