Mukmin Tangguh Lulusan Madrasah Ramadhan

Publish

22 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
133
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Mukmin Tangguh Lulusan Madrasah Ramadhan

Oleh: Moh. As Syakir Hasbullah, Imam Masjid Ahmad Dahlan Sumodikaran, Bojonegoro, Jawa Timur

Imam Syafi’i pernah merumuskan tiga indikator berat sebagai tolok ukur kualitas iman seseorang: “Bermurah hati di saat kekurangan, bersikap wara’ ketika sendirian, dan berbicara benar di hadapan orang yang diharapkan sekaligus ditakuti.”

Bagi jiwa yang imannya rapuh, ketiga hal ini terasa nyaris mustahil dijalani. Namun Islam tidak membiarkan hamba-Nya tetap lemah. Ramadhan hadir sebagai “kawah candradimuka”—madrasah intensif yang menempa mentalitas mukmin agar bertransformasi menjadi pribadi tangguh melalui keseimbangan antara kesalehan pribadi dan kesalehan sosial.

Melawan Kikir di Masa Sulit

Ketangguhan pertama diuji melalui harta. Menjadi dermawan saat kelapangan adalah hal biasa, tetapi tetap berbagi di tengah keterbatasan adalah puncak kesalehan sosial. Ramadhan melatihnya melalui rasa lapar yang menumbuhkan empati secara organik, bukan sekadar wacana.

Allah Swt. menegaskan bahwa ciri orang bertakwa ialah mereka yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit (QS. Ali Imran: 134). Rasulullah Saw. pun mencontohkan ketangguhan ini: beliau adalah manusia paling dermawan, dan kedermawanannya memuncak pada bulan Ramadhan, bahkan digambarkan lebih cepat daripada angin yang berhembus (HR. Bukhari).

Di sinilah Ramadhan menempa kita untuk memutus ketergantungan pada materi, lalu beralih pada semangat ta’awun (tolong-menolong). Kesalehan tidak berhenti pada ibadah personal, tetapi menjelma menjadi kekuatan sosial yang menguatkan ekonomi umat.

Integritas dalam Kesunyian

Ketangguhan kedua adalah integritas pribadi. Mukmin tangguh tidak memiliki “wajah ganda”: tetap saleh di tengah keramaian dan tetap terjaga dalam kesunyian. Inilah hakikat wara’. Puasa adalah ibadah rahasia yang melatih kejujuran personal di hadapan Sang Khaliq.

Rasulullah Saw. bersabda, “Sebaik-baik agama kalian adalah sifat wara’.” (HR. Ath-Thabrani). Saat seseorang mampu menahan diri dari yang halal di ruang tertutup karena merasa diawasi Allah (muraqabah), saat itu ia sedang membangun benteng kesalehan pribadi yang kokoh.

Ramadhan melatih kita agar tidak mudah goyah oleh godaan maksiat. Integritas tetap tegak, bahkan ketika tidak ada pengawasan manusia. Inilah fondasi ketangguhan spiritual seorang mukmin.

Sintesis Ketangguhan: Keberanian Moral

Ketangguhan ketiga merupakan sintesis antara kedalaman kesalehan pribadi dan keluasan kepedulian sosial: keberanian moral. Banyak orang terjepit antara harapan dunia dan ketakutan pada manusia, sehingga memilih bungkam di hadapan kezaliman.

Teladan ketangguhan ini tampak pada Nabi Musa a.s. saat menghadapi Fir’aun. Beliau berdoa, “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku.” (QS. Thaha: 25–27).

Mukmin yang “lulus” dari madrasah Ramadhan akan memiliki nyali menyampaikan kalimat al-haq, sebab ia sadar bahwa jihad paling utama adalah menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa zalim (HR. Abu Dawud). Inilah manifestasi mukmin tangguh yang menjalankan fungsi kontrol sosial demi kemaslahatan bersama.

Ramadhan bukan sekadar perubahan jadwal makan, melainkan momentum sinkronisasi antara kesalehan pribadi dan kesalehan sosial. Mukmin tangguh tidak lahir dari kemudahan, tetapi dari tempaan amalan-amalan berat yang dijalani secara konsisten selama sebulan penuh.

Jika Ramadhan kita lalui dengan melatih kedermawanan, menjaga integritas, dan mengasah keberanian moral, insyaAllah kita akan lahir kembali sebagai pribadi kokoh—bukan hanya saleh secara ritual di dalam masjid, tetapi juga tangguh dan bermanfaat di tengah masyarakat.

Wallahu a‘lam bi al-shawab.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Muslim Mukmin yang Ikhlas Berkontribusi untuk Mewujudkan Cita-Cita Bersama Oleh : Mohammad Fakhrudi....

Suara Muhammadiyah

25 September 2025

Wawasan

Etika Bernegara: Naif Pemimpin Bukan Menjadi Leader Tetapi Dealer Oleh Sobirin Malian, Staf Pengaja....

Suara Muhammadiyah

16 September 2025

Wawasan

Oleh: Nur Ngazizah Dosen UM Purworejo Frugal living adalah praktik gaya hidup hemat yang bertujuan ....

Suara Muhammadiyah

13 November 2024

Wawasan

Personal Branding Orang yang Bertakwa Menurut QS Ali Imran: 134 Oleh: Dimas Sanjaya/Guru MTs Muhamm....

Suara Muhammadiyah

14 April 2025

Wawasan

Oleh: Drh. H. Baskoro Tri Caroko Bekerja adalah suatu keadaan yang diinginkan oleh semua orang. Kar....

Suara Muhammadiyah

13 November 2023