Muhammadiyah Green Advocation Dorong Sustainable Green Mining demi Keadilan Ekologis

Publish

18 November 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
366
Istimewa

Istimewa

KENDARI, Suara Muhammadiyah - Gerakan dakwah lingkungan Muhammadiyah memasuki tahap baru dengan ditutupnya Training Muhammadiyah Green Advocation bertema Green Mining dan Keadilan Ekologis untuk Hutan Lestari. Sekretaris MLH PP Muhammadiyah, Djihadul Mubarak, menegaskan bahwa MLH di bawah kepemimpinan Azrul Tanjung, SE., M.Si., akan memperkuat dakwah lingkungan melalui aksi nyata dan advokasi kebijakan.

“Dakwah lingkungan tidak boleh berhenti pada wacana. Muhammadiyah harus hadir untuk menguatkan umat dan menjaga bumi,” ujar Djihadul, Ahad (16/11).

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah pembicara kunci, yakni Dr. Hanafi S. Guciano, Syamsul Hidayat, Ph.D, Prof. Dr. Lily Surraya E., dan Rijal Ramdani, Ph.D yang memberikan perspektif akademik dan praktis mengenai tata kelola tambang berkelanjutan dan keadilan ekologis.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan tersebut, MLH PP Muhammadiyah bersama PWM Sulawesi Tenggara meluncurkan Green Mining Watch, sebuah inisiatif pemantauan pertambangan berkelanjutan yang menekankan transparansi, keberlanjutan, dan keadilan ekologis. Kota Kendari dipilih sebagai lokasi peluncuran karena merupakan salah satu pusat pertambangan nikel terbesar di Indonesia.

Ketua MLH PP Muhammadiyah, Azrul Tanjung, menegaskan bahwa gerakan ini mencerminkan peran baru Muhammadiyah sebagai aktor advokasi lingkungan.

“Kita harus memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan adil, berkelanjutan, dan tidak merugikan rakyat kecil,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Pertambangan yang baik bukan hanya soal keuntungan, tetapi amanah. Merusak lingkungan berarti mengkhianati amanah Allah.”

Pandangan tersebut sejalan dengan pesan Buya Anwar Abbas, Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi MLH.

“Pengelolaan tambang tidak boleh melahirkan ketidakadilan. Umat Islam harus terlibat dan terlindungi, agar kekayaan alam memberi manfaat tanpa merusak kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Salah satu pemateri pelatihan, Rijal Ramdani, Ph.D, menekankan pentingnya pergeseran Muhammadiyah dari gerakan edukasi menuju advokasi kebijakan untuk memastikan keberlanjutan dan keadilan lingkungan.

Dengan peluncuran Green Mining Watch, Muhammadiyah mempertegas perannya sebagai gerakan moral sekaligus gerakan advokasi kebijakan lingkungan menuju Indonesia yang lebih adil, lestari, dan berkeadilan ekologis.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam atmosfer Ramadan yang penuh berkah, Majelis Pembinaan Kesej....

Suara Muhammadiyah

8 April 2024

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Lamongan (UML) telah mengumumkan pembukaan p....

Suara Muhammadiyah

16 September 2023

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhamma....

Suara Muhammadiyah

24 September 2023

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) terus mengerahkan seluru....

Suara Muhammadiyah

6 January 2026

Berita

WONOGIRI, Suara Muhammadiyah – Lebih dari 5.000 warga Muhammadiyah memadati GOR Girimandala Wo....

Suara Muhammadiyah

29 November 2025