SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Shalat Idul Fitri 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sidoharjo berlangsung khidmat di Lapangan Ngablak, Bangunkerto, Turi, Jumat (20/3). Ribuan jamaah memadati lokasi sejak pagi hari untuk menunaikan ibadah sekaligus mendengarkan khutbah yang sarat makna spiritual.
Bertindak sebagai khatib, Candra Setiawan, SAg., dari PUTM Ngipiksari, Hargobinangun, Pakem, menyampaikan khutbah bertema “Tiga Tanda Diterimanya Amal Ramadhan”. Dalam penyampaiannya, ia mengajak jamaah melakukan refleksi mendalam atas ibadah yang telah dijalani selama bulan suci.
“Satu bulan yang lalu kita menyambut Ramadhan dengan penuh semangat untuk memperbaiki diri. Namun kini yang terpenting adalah bagaimana menjaga konsistensi amal setelahnya,” ungkapnya dalam khutbah.
Ia menekankan bahwa keberhasilan Ramadhan tidak diukur dari banyaknya ibadah semata, melainkan dari keberlanjutan amal tersebut. Mengutip hadis Nabi, ia menyampaikan, “Sesungguhnya amalan itu tergantung pada akhirnya,” sebagai pengingat pentingnya istiqamah.
Lebih lanjut, khatib menjelaskan tiga indikator diterimanya amal Ramadhan. Pertama, meningkatnya kualitas spiritual setelah Ramadhan. “Orang yang menang bukanlah yang pakaiannya baru, tetapi yang ketaatannya bertambah,” jelasnya mengutip ulama.
Kedua, dimudahkan dalam melakukan kebaikan berikutnya. Ia menjelaskan bahwa amal saleh akan melahirkan amal saleh lainnya sebagai bentuk taufik dari Allah. “Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan setelahnya,” paparnya.
Adapun tanda ketiga adalah hadirnya ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup. Amal yang diterima akan memberikan dampak positif, baik secara spiritual maupun dalam kehidupan sehari-hari. (Rief)
