YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1447 Hijriyah, Remaja Masjid (remas) Al-Muttaqin Mantup menggelar kajian islam dengan tema Tebar kebaikan di Bulan Ramadhan, Jemput Berkah di Hari Kemenangan pada Sabtu (14/02/2026) di halaman masjid Al-Muttaqin.
Kajian dibuka dengan penampilan dari murid-murid madrasah diniyah Al-Muttaqin, kemudian sambutan dari Ahmad Kasturi selaku ketua Takmir masjid Al-Muttaqin. Dalam sambutannya Kasturi menghidupkan semangat gerakan ke masjid dengan jargon yang diikuti oleh seluruh peserta kajian “Makmur Hatinya, Bahagia Jamaahnya, Apapun Masalahnya, Masjid Solusinya".
Kajian menghadirkan da’i muda dari Gresik ustadz Hogi Abu Fahad, dalam tausiyahnya, penceramah menyampaikan bahwa sebesar apa pun dosa seseorang, Allah SWT akan mengampuni apabila hamba-Nya bertaubat dengan taubat nasuha, terlebih lagi di Ramadhan, bulan kasih sayang. Ia menegaskan bahwa ciri orang berbahagia adalah mereka yang segera bertaubat dan meningkatkan ibadah. “Jika seseorang melakukan dosa, hatinya akan gelisah. Itu tanda iman masih ada” jelasnya.
Disampaikan bahwa syariat puasa telah ada sebelum zaman Nabi Muhammad SAW, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183. “Ramadan menjadi momentum istimewa karena siapa yang berpuasa dan menegakkan salat malam dengan penuh keimanan akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Bahkan, amalan di malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan besar berupa penghapusan dosa” jelasnya.
Penceramah juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas puasa, bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga pandangan, lisan, dan perilaku dari hal-hal yang dilarang, seperti ghibah dan tontonan yang tidak baik. “Ada orang yang puasanya hanya jasad, tetapi rohaninya tidak ikut berpuasa,” tegasnya.
Menutup kajian, jamaah diajak untuk istiqamah dalam beribadah, tidak hanya semangat saat Ramadan, tetapi juga sebelum dan sesudahnya. Umat Islam juga diingatkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan serta menunaikan hak-hak sosial, karena sebagian harta yang dimiliki terdapat hak fakir miskin “Untuk jadi orang yang spesial di sisi Allah, tidak perlu ganteng. Tapi berlomba-lomba dalam kebaikan” pungkasnya.

