Membesarkan Muhammadiyah Jangan Asal-asalan, tapi Butuh Ketulusan dan Keikhlasan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
569
Prof Dr H Irwan Akib, MPd. Foto: Cris

Prof Dr H Irwan Akib, MPd. Foto: Cris

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Irwan Akib mengajak kepada seluruh warga Persyarikatan perlu menghadirkan ketulusan dalam mengurus dan membesarkan Muhammadiyah. Bagi Irwan, Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar, sehingga mustahil bisa dikelola hanya dengan mengandalkan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

"Kita tidak bisa setengah-setengah. Kita tidak bisa asal ada dan asal-asalan (mengurus Muhammadiyah). Butuh keseriusan, kesungguhan, dan ketulusan, sehingga Muhammadiyah bisa menjadi organisasi modern," katanya saat Pengajian Hari Bermuhammadiyah Kabupaten Sleman di Masjid Agung Wahidin Soedirohoesodo Beran Lor, Tridadi, Kabupaten Sleman, Sabtu (20/9).

Hal demikian berlaku dalam mengurus di 'Aisyiyah, organisasi otonom (Ortom). Termasuk di dalam mengurus amal usaha Muhammadiyah. Bagi Irwan, tanpa memperhatikan ketiga variabel itu, maka ridha Allah tidak akan pernah diraih.

"Karena tujuan kita bermuhammadiyah untuk meraih Ridha Allah. Kalau kita mengurus Muhammadiyah hanya sisa-sisa waktu dan setengah-setengah, maka Ridha Allah tidak akan datang," katanya.

Di situ menjadi manifestasi dari bagian peribadatan kepada Allah. Juga, menjadi matarantai dari tugas kekhalifahan di muka bumi. "Maka untuk itu, kita kalau mengurus Muhammadiyah, harus diniatkan dengan tulus. Harus dengan jiwa ikhlas," tambahnya.

Irwan mengingatkan bahwa, mengurus Muhammadiyah sarat dengan tantangan dan cobaannya. "Cobaannya tidak begitu ringan," ucapnya. Memang, perjuangan di jalan Allah--lewat Muhammadiyah--begitu rupa dengan segala dinamika di dalamnya.

"Ketika kita sudah ikhlas, butuh kesabaran menjalani itu semua (mengurus Muhammadiyah)," ujarnya.

Dipertegas lagi oleh Irwan, berkecimpung di Muhammadiyah tidak bisa meninggalkan denyut nadi dakwah di kehidupan. Sebagai misi dakwah, maka diperlukan ketulusan, kesungguhan, dan keikhlasan sehingga misi dakwah itu dapat berjalan sebagaimana mestinya.

"Saya mengajak untuk menghadirkan ketulusan kita di dalam pengabdian kita kepada Allah SwT sebagai tugas kekhalifahan kita untuk membesarkan Persyarikatan Muhammadiyah. Mengurus Muhammadiyah dengan sungguh-sungguh menjadikan Muhammadiyah ini sebagai lahan untuk beribadah," tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dana Pensiun Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) berhasi....

Suara Muhammadiyah

28 August 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Panitia Amaliah Ramadan Masjid KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammad....

Suara Muhammadiyah

20 March 2024

Berita

BANDAACEH, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati hari milad Nasyiatul 'Aisyiyah ke-93/96, P....

Suara Muhammadiyah

10 June 2024

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Peserta upgrading Kepanduan Hizbul Wathan (HW) dan outbound guru karya....

Suara Muhammadiyah

11 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yo....

Suara Muhammadiyah

7 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah