YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perguruan Muhammadiyah Purwodiningratan di Kelurahan Ngampilan, Kemantren Ngampilan, Kota Yogyakarta, merupakan keterpaduan lembaga pendidikan Muhammadiyah yang menjadi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan.
Perguruan Muhammadiyah Purwodiningratan memiliki pembelajaran dalam meningkatkan ketrampilan interaksi, seperti pembelajaran berwirausaha -- baik siswa maupun guru/pendidik -- melalui pembelajaran kewirausahaan.
Pembiasaan atau budaya di lingkungan Perguruan Muhammadiyah Purwodiningratan ini menjadi kebutuhan bersama dalam mengelola ragam ketrampilan, salah satunya dilakukan melalui kegiatan market day yang menguatkan interaksi seni dalam menjual produk, melatih kejujuran, mengasah ide dan kreativitas serta ragam ketrampilan lain.
Kegiatan market day menjadi aktualisasi yang nyata dibutuhkan saat ini dan ke depan oleh siapapun dalam menggali potensi, minat bakat serta literasi tentang usaha yang produktif.
Market day yang merupakan kegiatan pengabdian kerjasama antara Tim Pengabdian Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan Perguruan Muhammadiyah Purwodiningratan berlangsung pada 2 April 2026 diikuti oleh siswa-siswi Perguruan Muhammadiyah Purwodingratan.
Kegiatan yang disambut antusias dan semangat dengan suasana penuh keceriaan dimulai dengan sambutan dari Yuni Septi Rahayu, S.Pd, perwakilan pimpinan Perguruan Muhammadiyah Purwodiningratan, yang sangat mensupport kegiatan tersebut.
Dilanjutkan penyampaian seputar kegiatan oleh Ketua Tim Pengabdian Dosen UMY, Dr Dyah Pikanthi Diwanti, SE, MM.
Kata Dyah, kegiatan market day diharapkan menjadi salah satu best practice yang menjadi pembiasaan dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam dunia pendidikan.
Pada kesempatan tersebut Dyah juga menyampaikan gambaran umum pengabdian dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Perguruan Muhammadiyah Purwodiningratan merupakan keterpaduan sejak dari sekolah TK ABA, SD, SMP dan SMA Muhammadiyah. Sebagai keterpaduan amal usaha yang bergerak di bidang pendidikan dalam satu kompleks dan memiliki 1.300 siswa-siswi. Perguruan Muhammadiyah Purwodiningratan, seperti diterangkan Yuni Septi Rahayu, S.Pd, perwakilan pimpinan Perguruan Muhammadiyah Purwodiningratan, memiliki ragam kegiatan sekolah yang mendukung minat bakat siswa secara mandiri.
"Khususnya dalam belajar berwirausaha seperti praktek belajar membuat ragam olahan makanan maupun kreativitas lainnya," papar Septi.
Bagi Septi, dengan jumlah siswa yang banyak tersebut memiliki potensi dalam bidang kewirausahaan yang digerakkan oleh siswa maupun pihak sekolah.
"Memperhatikan kondisi saat ini, pembekalan dan penanaman jiwa entrepreneur pada siswa dapat memotivasi untuk melakukan kegiatan kolaborasi pendidikan tentang kewirausahaan," kata Septi.
Hal tersebut sudah bisa dikenalkan secara formal maupun informal sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi melalui kegiatan market day.
