Manfaat Edukasi Fungsional Berseni Takbiran bagi Anak-Anak dan Masyarakat

Publish

2 April 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
116
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Manfaat Edukasi Fungsional Berseni Takbiran bagi Anak-Anak dan Masyarakat

Oleh: Mustofa W Hasyim, Anggota LSB PWM DIY Periode 2022-2027

Anak-anak efektif belajar agama dan budaya lewat praktik mengikuti seni pawai (seni prosesi) street performance takbiran. Belajar agama paling efektif dan fungsional adalah lewat pengalaman beragama dan ekspresi beragama. Ini bisa berlangsung secara lancar (smooth), mencerdaskan (be smart), menggembirakan (be fun), mencerahkan dan menyegarkan (be fresh), serta dinamis berproses lewat perpaduan nilai agama, nilai budaya, dan nilai pendidikan karakter yang fungsional.

Anak-anak yang berlatih seni takbiran kemudian tampil di panggung panjang (jalan raya), ikut lomba, atau bersyukur menunjukkan syiar malam Hari Raya Id dengan menampilkan seni kolaborasi yang komprehensif dan kaya makna. Kemudian, mereka pulang ke kampung masing-masing dengan membawa hadiah lomba atau hadiah kebahagiaan dan kegembiraan, mendapatkan manfaat edukatif yang selalu terkenang sepanjang hidupnya. Terbentuklah karakter anak-anak tarwehan yang khas.

Manfaat edukatif dari seni takbiran ini sangat beragam. Pengalaman berada dalam satu barisan membentuk dasar-dasar disiplin organisasi. Latihan takbiran lebih dari sepuluh hari di bulan Ramadhan dilakukan dengan penuh disiplin, sekaligus dinamis karena memungkinkan terjadinya improvisasi ekspresional. Selain itu, pengalaman berkolaborasi juga sangat penting. Seni pawai takbiran merupakan ekspresi beragama dan budaya yang kolaboratif. Para pelatih seni takbiran mengenalkan kepada anak-anak tarwehan bahwa kolaborasi yang indah bisa dilakukan lewat perpaduan berbagai elemen seni, seperti seni vokal (melantunkan dan menyanyikan takbir), seni musik drum band atau marching band berbasis perkusi (tetabuhan), melodi dan harmoni (lagu dan irama instrumental), seni tari (koreografi ekspresif), kostum (busana rapi dan indah), seni rupa lampion (modern tanpa api, menggunakan lampu elektronik dan kertas warna-warni), dekorasi spanduk berpadu dengan kibaran bendera, umbul-umbul, kipas, dan lain-lain, serta seni meningkatkan semangat berupa yell-yell khas kontingen takbiran masing-masing.

Selain itu, pendidikan dan pembelajaran bertoleransi juga menjadi bagian dari manfaat seni takbiran ini. Pelatih takbiran mengenalkan pentingnya semangat toleransi ketika berada di jalan umum. Mereka dilatih untuk menghormati pemakai jalan lain, para supporter di pinggir jalan, serta mengikuti arahan dari pihak keamanan seperti polisi atau Kokam (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah), pengasuh tarwehan, dan senior tarwehan. Kesadaran bertoleransi ini ditumbuhkan selama latihan, pertunjukan jalanan, dan perjalanan menuju base camp masing-masing.

Manfaat lainnya adalah tumbuhnya kesadaran dan karakter menghargai prestasi serta ekspresi kelompok sendiri maupun kelompok lain. Para pelatih seni takbiran menekankan pentingnya menghargai kualitas prestasi kelompoknya sendiri dan kelompok lain. Dengan demikian, mereka tampil secara sportif jika seni pawai takbiran ini dilombakan. Menjadi juara disyukuri, dan jika tidak menjadi juara tetap disyukuri karena bisa tampil sebaik-baiknya di malam takbiran. Seni takbiran juga berkontribusi pada tumbuhnya rasa percaya diri, baik secara pribadi maupun kolektif. Rasa percaya diri untuk berbuat baik, indah, dan benar (pener) yang diproses selama latihan, berpawai menghidupkan suasana syukur penuh kegembiraan di malam takbiran, dan selama perjalanan pulang berpengaruh besar terhadap proses pendewasaan dalam beragama dan berbudaya.

Selain itu, seni takbiran menumbuhkan partisipasi masyarakat sekitar kelompok peserta pawai takbiran. Pelatih takbiran, bersama takmir masjid, mushola, langgar, dan takmir tarwehan, bersama anggota masyarakat lainnya, dengan sukarela ikut terlibat dalam persiapan regu pawai takbiran ini. Mereka membolehkan anak-cucu ikut latihan dan sabar terhadap suara bising anak-anak berlatih. Mereka berbagi ide dan dana untuk kebutuhan kelompok seni takbiran ini. Dengan adanya dukungan masyarakat, seni pawai takbiran menjadi lebih dari sekadar pertunjukan; ia juga menjadi wahana pendidikan sosial yang melibatkan berbagai pihak.

Menyadari adanya manfaat dan makna edukasi pembelajaran yang mendalam (deep learning) dari proses berseni pawai takbiran—sebagai bagian dari pengalaman beragama dan berbudaya—maka LSBO PP Muhammadiyah dalam Rakernas di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo memutuskan untuk memanfaatkan Hari Besar Islam sebagai wahana dakwah kultural. Termasuk di dalamnya seni pawai takbiran di malam Hari Raya Id. Sebagai hasil dari budaya kota (urban culture) yang jenius, masyarakat Muslim perkotaan yang berkemajuan ini perlu terus menghadirkan dan mengembangkan tradisi seni pawai takbiran.

Semoga demikianlah adanya. Aamiin.
2025 M/1446 H


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Humaniora

SM Tower dan Semangat Pemberdayaan "Business is Business",  memang demikianlah ekosistem sebua....

Suara Muhammadiyah

15 October 2023

Humaniora

Oleh: Cristoffer Veron P Hidup ini sarat dengan teka-teki. Tidak ada yang tahu dalam diri setiap in....

Suara Muhammadiyah

20 December 2023

Humaniora

Washli Sjafie: Nusantarakan Pendidikan Muhammadiyah Kalimantan Barat Oleh: Amalia Irfani Keb....

Suara Muhammadiyah

6 October 2023

Humaniora

Oleh: Dr H Amirsyah Tambunan, Sekretaris Jenderal MUI  Buya Dr Haji Ahmad Rasyid Sutan Ma....

Suara Muhammadiyah

19 March 2025

Humaniora

Manfaat Edukasi Fungsional Berseni Takbiran bagi Anak-Anak dan Masyarakat Oleh: Mustofa W Hasyim, A....

Suara Muhammadiyah

2 April 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah