Madrasah Mua’llimaat Edukasi Mitigasi Bencana Sejak Dini

Publish

7 November 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

2
296
Edukasi Kebencanaan di Madrasah Mua’llimaat. Foto: Cris

Edukasi Kebencanaan di Madrasah Mua’llimaat. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Madrasah Mua’llimaat Muhammadiyah Yogyakarta memberikan edukasi simulasi mitigasi kebencanaan kepada seluruh siswanya, Kamis (7/11). Hal ini merupakan wujud kesadaran kolektif karena Indonesia menjadi negara rawan bencana. 

Acara yang dipusatkan di halaman madrasah ini bekerja sama dengan MDMC PWM DIY dan BPBD Kota Yogyakarta. Direktur Madrasah Mua’llimaat Unik Rasyidah menyambut baik acara bertajuk “Perempuan Tangguh Tanggap Bencana.” Tajuk ini menjadi spirit bagi santriwatinya untuk kuat, tabah, dan tahan dalam menghadapi bencana.

“Bagaimana pun kata tangguh menunjukkan kita kuat dan tidak lemah. Itu bisa terefleksikan oleh anak-anakku yang tangguh, kuat, kokoh, dan tidak lemah,” ujarnya.

Kata tangguh, lanjut Unik, menjadi representasi dari kesiapsiagaan menghadapi situasi krusial. Terutama bencana, yang tidak dapat diprediksi secara pasti temponya. Maka, Ia mengajak kepada santriwatinya untuk memanfaatkan acara ini dengan sebaik-baiknya.

“Tanggap menunjukkan kesiapsiagaan dari anak-anakku dalam menghadapi situasi apa pun. Bagaimana kita bisa siap dalam situasi dan kondisi apa pun,” sambungnya.

Unik menegaskan, acara ini sangat relevan. Apalagi saat ini Indonesia tengah dibayang-bayangi dengan isu gempa megathrust, termasuk aneka bencana lainnya. Tentu menjadi perhatian juga kewaspadaan bersama bilamana saat terjadi bencana, tidak mengalami kegamangan.

“Kita dari sekolah bagaimana menyiapkan anak-anak kita untuk siap-siaga terhadap bencana,” terangnya.

Perwakilan MDMC PWM DIY Anang Masduki menyambut baik acara ini sebagai refelksi dari Qs al-Baqarah [2]: 155-156. Menurutnya, redaksi ini merupakan sumpah Tuhan kepada manusia yang tidak bisa terlepas dari ujian dan cobaan-Nya. Yakni bersifat suka, senang, dan getir sekalipun, manusia pasti akan mendapatinya.

“Kita pasti diuji oleh Allah SwT. Ibarat mau hujan, harus sedia payung. Simulasi kebencanaan ini, kita siap sedia, andaikata terjadi apa-apa punya mental yang kuat dan siapsiaga. Harapannya simulasi ini bisa berjalan dengan baik dan lancar,” sebutnya.

Instruktur Pelatihan dari BPBD Kota Yogyakarta Ibnu Hajar menyebut, bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab personal, tetapi tanggung jawab bersama. Karena itu, Ibnu menilai mitigasi penting untuk meningkatkan pemahaman seputar kebencanaan kepada anak-anak dan masyarakat.

“Dengan mitigasi atau simulasi, supaya anak-anak paham apa yang harus dilakukan ketika terjadi kebencanaan, baik itu gempa bumi, kebakaran, angin puting beliung, dan sebagainya. Harapannya, acara mitigasi ini dapat digelar secara rutin, setahun sekali atau setahun dua kali disesuaikan dengan agenda pembelajaran,” katanya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BOYOLALI, Suara Muhammadiyah -Kamis (05/09) Alhamdulillah sebanyak 249 siswa kelas 9 SMP Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

5 September 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Terus menebar manfaat di bulan Ramadan, Universitas Muhammadiyah Malang....

Suara Muhammadiyah

15 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 193 siswa kelas 11 SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SM....

Suara Muhammadiyah

24 June 2024

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah - Dewan Asatidz Pesantren MBS Bumiayu memenuhi undangan untuk melakukan P....

Suara Muhammadiyah

5 November 2023

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - SEAMEO STEM-ED dan SEAMOLEC melaksanakan open classroom pertama di Indo....

Suara Muhammadiyah

21 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah