TEMANGGUNG, Suara Muhammadiyah - Setelah dari Pekalongan, Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah lanjut menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Pesantren Muhammadiyah (PesantrenMu) Se-Karesidenan Kedu dan Banyumas pada hari Jumat (9/1/2026) di Pondok Pesantren Al-Mukmin Muhammadiyah Tembarak (ALMATERA) Temanggung yang diikuti oleh para pimpinan dan Mudir Pesantren Muhammadiyah dari berbagai daerah.
Kegiatan pembinaan tersebut dihadiri oleh para Pimpinan LP2 PWM Jawa Tengah dan Ketua LP2 PDM se-Karesidenan Kedu dan Banyumas serta 64 Muudir Pesantren Muhammadiyah dari 10 kabupaten/kota. Tujuannya dari kegiatan tersebut untuk meningkatkan mutu pengelolaan, tata kelola kelembagaan, serta kualitas pendidikan Pesantren Muhammadiyah agar profesional dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Mudir Pontren Almatera Temanggung menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikannya sebagai tuan rumah kegiatan. Makmun Pitoyo menegaskan pentingnya forum pembinaan sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kualitas tata kelola pesantren.”Kami merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan sebagai tuan rumah kegiatan pembinaan ini. Semoga melalui forum ini menjadi sarana konsolidasi dan penguatan mutu,” tuturnya.
Ketua LP2 PWM Jawa Tengah dalam sambutannya menekankan pentinnya dalam mencetak kader umat dan bangsa dan diperlukan pengelolaan yang tertib, terukur, dan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Ketua LP2 PP Muhammadiyah Dr. H. Maskuri, M.Ed., menyampaikan penegasan bahwa pembinaan ini merupakan pesantren merupakan bagian dari komitmen LP2 PP Muhammadiyah untuk melakukan pendampingan dan penguatan kelembagaan pesantren di seluruh Indonesia yang tantangannya semakin kompleks.
Dalam rangkaian pembinaan, berbagai materi strategis, kebijakan peningkatan mutu dan pengelolaan PesantrenMu dijabarkan dengan detail dan jelas sesuai dengan instrumen akreditasi Pesantren Muhammadiyah dan standar kurikulum ilmu alatserta penguatan sistem kepengasuhan santri.
Kegiatan pembinaan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat program Tafaqquh Fiddin yang menjadi target kepemimpinan LP2M, sekaligus mendorong peningkatan mutu pesantren Muhammadiyah melalui penguatan manajemen, tata kelola, dan sistem penjaminan mutu Asesmen penjaminan mutu yang meliputi mutu lulusan, mutu proses pembelajaran, mutu kompetensi asatidz, serta mutu manajemen pesantren merupakan langkah penting agar pesantren Muhammadiyah memiliki standar kualitas yang terukur dan berkelanjutan. Di sisi lain, penguatan sistem kepengasuhan santri dengan pendekatan humanis yang mencapai 70 persen menjadi ciri khas pembinaan karakter di pesantren Muhammadiyah.
Melalui pembinaan ini kami berharap pesantren Muhammadiyah mempunyai 20 nilai karakter khas dapat semakin terinternalisasi, sekaligus mendorong setiap Pesantren Muhammadiyah untuk menyusun dan menguatkan sejarah serta profil kelembagaannya masing-masing sebagai bagian dari identitas dan kekuatan pesantren. Yang diharapnya terbangun kesamaan visi dan persepsi antar-Pesantren Muhammadiyah di wilayah Karesidenan Kedu dan Banyumas, sekaligus memperkuat sinergi untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren secara berkelanjutan. (Umi Hasan & A Khamid)

