Literasi Pilar Penting Pengembangan Wasathiyah Islam Berkemajuan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
239
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Pengajian Ramadhan 1446 H dengan tema “Pengembangan Wasathiyah Islam Berkemajuan: Tinjauan Teologi, Ideologis, dan Praksis”. Acara ini digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada tanggal 2-4 April 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, akademisi, UPP majelis lembaga, hingga Ortom dalam membahas konsep wasathiyah dalam Islam serta implementasinya dalam kehidupan.

Dalam pembukaannya, Dr. Agung Danarto menjelaskan bahwa wasathiyah adalah konsep sentral dalam Islam yang merujuk pada umat yang unggul, terpilih, dan adil. Ia mengutip tafsir Ibnu Katsir yang menyatakan bahwa wasathiyah adalah ciri umat yang dipilih oleh Allah untuk menjadi contoh bagi manusia lainnya. “Wasathiyah itu memiliki tiga makna utama: umat yang unggul, umat yang terpilih, dan umat yang adil. Ini adalah karakter yang harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Agung menekankan bahwa Islam hadir untuk membawa perubahan besar dalam peradaban manusia. “Islam diturunkan di tengah masyarakat jahiliah yang tidak mengenal baca tulis, tidak memiliki etika yang baik, dan penuh dengan ketidakadilan. Melalui Islam, masyarakat tersebut berubah menjadi umat yang terbaik, umat yang membawa rahmat bagi seluruh alam,” jelasnya.

Selain itu, Agung Danarto memaparkan tinjauan teologis tentang wasathiyah dengan merujuk pada Al-Quran, khususnya Surah Al-Baqarah ayat 143, yang menyebut umat Islam sebagai ummatan wasathan (umat pertengahan). “Wasathiyah bukan berarti berada di tengah tanpa arah, tetapi menjadi penyeimbang antara dua ekstrem. Islam mengajarkan kita untuk tidak ekstrem dalam beragama, tetapi juga tidak abai terhadap ajaran-ajaran dasar,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya memahami Al-Quran dan Sunnah secara kontekstual. “Kembali kepada Al-Quran dan Sunnah bukan berarti kita menjadi tekstualis, tetapi kita harus memahami keduanya secara mendalam dan kontekstual agar dapat menjawab tantangan zaman,” tegasnya.

Agung juga membahas dimensi ideologis wasathiyah, menyatakan bahwa konsep ini bukan hanya relevan bagi umat Islam, tetapi juga menjadi solusi bagi permasalahan global. “Wasathiyah mengajarkan kita untuk hidup seimbang, adil, dan toleran. Ini adalah nilai-nilai universal yang dibutuhkan oleh dunia saat ini,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya mengimplementasikan wasathiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kita harus menjadi contoh dalam membangun masyarakat yang moderat, toleran, dan berkeadilan. Ini adalah tanggung jawab kita sebagai umat Islam,” tambahnya.

Kemudian, Agung Danarto membahas dimensi praksis wasathiyah. Ia menjelaskan bahwa wasathiyah harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama dalam menghadapi tantangan modern. “Wasathiyah bukan sekadar teori, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam isu kesetaraan gender, kita harus menyeimbangkan antara hak dan kewajiban, serta menghindari ekstremisme dalam memandang peran laki-laki dan perempuan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya literasi dan pendidikan dalam membangun masyarakat wasathiyah. “Kita harus terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis nilai-nilai Islam. Ini adalah cara kita untuk menjadi umat yang unggul dan terdepan,” tambahnya.

Agung Danarto menjelaskan bahwa wasathiyah adalah kunci untuk membangun peradaban yang maju dan berkeadilan. “Wasathiyah mengajarkan kita untuk hidup seimbang antara dunia dan akhirat, antara spiritualitas dan materialitas. Ini adalah fondasi untuk membangun peradaban yang berkemajuan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya riset dan inovasi dalam Islam. “Kita harus terus melakukan riset dan inovasi untuk menjawab tantangan zaman. Ini adalah cara kita untuk membangun peradaban Islam yang berkemajuan,” tegasnya.

Agung berharap melalui Pengajian Ramadhan tentang Pengembangan Wasathiyah ini dapat memperkuat komitmen Muhammadiyah dalam mewujudkan Islam berkemajuan. “Kita harus menjadi umat yang tidak hanya mengedepankan spiritualitas, tetapi juga berkontribusi dalam membangun peradaban manusia yang lebih baik,” pungkasnya.

Selaku tuan rumah, UMY Prof. Dr. Achmad Nurmandi menyambut baik pengajian Ramadahan ini dengan suasana baru di UMY Dormitory. Nurmandi mengungkapkan bahwa perhatian para ilmuwan internasional terhadap Muhammadiyah sebagai objek penelitian sangatlah luar biasa. Menurutnya, setidaknya sudah ada 3.000 penelitian tentang Muhammadiyah yang terindeks di Scopus, sebuah basis data literatur akademik terkemuka di dunia. Negara-negara seperti Singapura, Australia, dan Amerika Serikat tercatat sebagai yang paling aktif melakukan penelitian tentang organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.

"Ketertarikan para peneliti internasional terhadap Muhammadiyah menunjukkan betapa signifikannya peran Muhammadiyah, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah global," ujar Prof. Nurmandi. Penelitian-penelitian tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kontribusi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, kesehatan, hingga perannya dalam membangun masyarakat madani.

Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Manusia (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, MPA, menegaskan bahwa Muhammadiyah selalu memilih jalan tengah dalam berorganisasi dan bermasyarakat. Pendekatan moderat ini, menurutnya, menjadi salah satu kunci keberhasilan Muhammadiyah dalam menjaga relevansi dan kontribusinya bagi bangsa.

"Muhammadiyah tidak terjebak dalam ekstremisme, baik kanan maupun kiri. Kami selalu berusaha mengambil posisi tengah yang mengedepankan keseimbangan antara kemajuan dan nilai-nilai keislaman," jelas Bachtiar. Pendekatan ini, lanjutnya, membuat Muhammadiyah diterima di kalangan umat Islam sekaligus diakui oleh berbagai pihak. (Riz)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Daerah Istimewa....

Suara Muhammadiyah

21 June 2024

Berita

Ajak Bidan se-DIY untuk Perkuat Kampanye ASI Eksklusif YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam....

Suara Muhammadiyah

15 August 2024

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu&rsqu....

Suara Muhammadiyah

16 December 2024

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menghasilkan kader ikatan yang peduli terhadap lingkungan ....

Suara Muhammadiyah

21 July 2024

Berita

JEMBRANA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Jembrana m....

Suara Muhammadiyah

2 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah