Layanan Kesehatan dan Psikososial untuk Pengungsi di Aceh

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1266
Lazismu dan MDMC Aceh bergerak berikan layanan kesehatan dan psikososial untuk masyarakat pengungsi setempat (2/3).

Lazismu dan MDMC Aceh bergerak berikan layanan kesehatan dan psikososial untuk masyarakat pengungsi setempat (2/3).

PIDIE, Suara Muhammadiyah - Menyambut Ramadan, LAZISMU dan MDMC Aceh menyelenggarakan layanan Kesehatan dan Psikososial untuk warga Desa Kulam dan Pengungsi Rohingya di Pidie. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh memberikan layanan Kesehatan gratis di Masyarakat Kulam, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie pada Sabtu (2/3). 

Kegiatan ini melibatkan Lazismu sebagai lembaga pengumpul dana, MDMC sebagai leading sektor utama kegiatan kemanusiaan, dan tim medis yang terdiri dari Dokter Spesialis Anak, Dokter Umum, dan Perawat untuk layanan kesehatan. Selain itu juga melibatkan Psikososial dari Fakultas Psikologi dan Manajemen Bencana Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), serta organisasi-organisasi otonom Muhammadiyah tingkat wilayah. 

Ketua MDMC Aceh Musliadi M Tamin menjelaskan bahwa kegiatan ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu layanan Kesehatan di Gampong Kulam dan di lokasi pengungsian Rohingya, serta kegiatan Psikososial untuk anak-anak di pengungsian. 

"Kegiatan layanan kesehatan dan psikososial gratis hari ini mendapat sambutan antusias dari warga Gampong Kulam, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, dan Pengungsi Rohingya. Harapannya, kegiatan ini bermanfaat bagi mereka, dan sepenuhnya disponsori oleh LAZISMU Jawa Tengah," ujar Musliadi. 

Ketua LAZISMU Aceh Firdaus D. Nyak Idin juga mengapresiasi kegiatan ini sebagai momen produktif. Ia berjanji untuk terus menggalang donasi, dan memperkuat sinergisitas dengan MDMC Aceh serta mitra lainnya. 

Firdaus dan Musliadi pun mengucapkan terima kasih kepada warga Jawa Tengah yang telah mendonasikan sumbangan untuk kegiatan kemanusiaan di Aceh. Selama pelayanan kesehatan di Gampong Kulam, pasien mulai dari bayi hingga lansia dengan keluhan utama gatal-gatal, termasuk pengungsi Rohingya yang didominasi oleh anak-anak dengan keluhan serupa serta batuk pilek pada orang dewasa. 

Kegiatan psikososial melibatkan anak-anak usia 3–15 tahun dengan berbagai kegiatan seperti permainan kartu emosi, menggambar, mewarnai, melempar bola dalam keranjang, dan bermain bola. 

Wakil Ketua Pimpinan Muhammadiyah Aceh M. Yamin juga hadir dalam kegiatan ini. Ia mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang membantu keberhasilan kegiatan pengobatan gratis dan psikososial. Mereka berharap kegiatan semacam ini dapat dijadwalkan sebagai agenda rutin di masa mendatang. (diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 16 siswa dan 3 guru Daejeo Middle and High School, Busa....

Suara Muhammadiyah

23 January 2024

Berita

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMP Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

18 September 2025

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Dalam waktu dekat, Suara Muhammadiyah (SM) akan merayakan mi....

Suara Muhammadiyah

13 July 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada momentum rapat kerja awal tahun ajaran baru 2025/2026, SMA Muh ....

Suara Muhammadiyah

8 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah menggagas....

Suara Muhammadiyah

20 August 2025