Kontribusi 'Aisyiyah untuk Bangsa Telah Teruji secara Nyata

Publish

2 July 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
823
Dra. Latifah Iskandar

Dra. Latifah Iskandar

BLITAR, Suara Muhammdiyah - Ketua Pimpinan Pusat 'Aisyiyah Latifah Iskandar turut menghadiri acara Milad 'Aisyiyah ke 108, Selasa (1/7) di Jawa Timur dengan mengusung Tema "Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayibah untuk Jawa Timur Mandiri dan Sejahtera."

Latifah menyampaikan, bahwa buah dan sayuran ini memiliki posisi utama dalam komposisi makanan manusia menurut Al-Qur’an. Buah-buahan yang disebut dalam Al-Qur’an seperti anggur, delima, kurma, zaitun, dan pisang adalah simbol dari kesempurnaan ciptaan Allah. "Semuanya berbiji dan disebut sebagai bagian dari kenikmatan surga. Sehingga, buah tanpa biji sebaiknya dihindari dikarenakan Qur’an itu mengindikasikan bahwa buah yang berbiji justru tidak menguntungkan,” ujarnya.

Beliau menekankan tentang konsep Qoryah Thayyibah. Sebuah desa Islami yang menjalankan nilai-nilai agama baik dalam hubungan dengan Allah (hablum minallah), sesama manusia (hablum minannas), maupun dengan lingkungan (hamblum minalalam). "Konsep ini telah dicanangkan 'Aisyiyah sejak 2010 dan diperkuat melalui program ketahanan pangan berbasis keluarga," tuturnya

Dalam kesempatan ini, Latifah mengungkapkan keprihatinan atas menurunnya lahan pertanian di Pulau Jawa dan berbagai wilayah lainnya. Ia menyoroti data BPS yang menunjukkan penurunan ketersediaan lahan pangan akibat alih fungsi lahan. Kasus seperti di Pulau Enggano, Bengkulu, di mana ribuan warga mengalami krisis pangan karena tidak ada pasokan masuk, menjadi bukti nyata pentingnya kemandirian pangan. 

“Indonesia berada di peringkat ke-66 dari 113 negara dalam indeks ketahanan pangan dunia. Ini angka yang patut jadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

'Aisyiyah telah merespons hal tersebut dengan menggalakkan Gerakan Ketahanan Pangan dari tingkat pusat hingga daerah sejak periode 2017–2022, dan akan diperkuat kembali di periode 2022–2027. Gerakan ini mendorong masyarakat untuk “menanam apa yang dimakan, dan makan apa yang ditanam”.

Latifah juga menyinggung terkait Ketahanan Pangan, Tantangan dan Peluang di Masa Transisi Pemerintah, namun juga mengingatkan tantangan nyata seperti tingginya impor beras yang mencapai 3 juta ton pada 2022. 

“Kalau semua komponen bangsa bersinergi, swasembada pangan itu bukan mustahil. Tapi harus dimulai dari rumah tangga, dari desa, dari kesadaran bersama,” tambahnya.

Ia pun mengingatkan akan ancaman global seperti pandemi dan potensi konflik internasional yang membuat negara-negara pengekspor mulai menahan produk pangannya untuk kepentingan dalam negeri, sebagaimana terjadi saat COVID-19 ketika Vietnam dan Thailand menahan ekspor beras.

Dalam kesempatan tersebut, Latifah menyambut kehadiran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir dalam acara Milad 'Aisyiyah ke 108. Ia menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara Aisyiyah dan pemerintah daerah.

“ 'Aisyiyah itu DNA-nya memang berkontribusi untuk bangsa ini sejak lahir. Kami tetap mandiri, tetapi bermitra dengan pemerintah adalah bagian dari pengabdian,” pungkasnya. (Anggi)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Kader Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kotawaringin Timur....

Suara Muhammadiyah

22 December 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals....

Suara Muhammadiyah

12 October 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Suasana hangat dan penuh semangat memenuhi ruang rapat ketika Lazismu Su....

Suara Muhammadiyah

7 October 2023

Berita

BANDAACEH, Suara Muhammadiyah - Dr. Aslam Nur, MA resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammad....

Suara Muhammadiyah

30 January 2024

Berita

BANJARBARU, Suara Muhammadiyah – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) ....

Suara Muhammadiyah

30 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah