Khutbah Jum'at: Menggapai Keutamaan 10 Malam Terakhir Ramadhan
Oleh: Muhammad DN, SAg, MHI, Ketua PDM Hulu Sungai Tengah, Kalsel
Khutbah Pertama
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، اللهم صل على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد فياعباد الله أوصيكم ونفسى بتقوى الله فقد فاز المتقون, اتقو الله حق تقاته ولاتموتن ألا وأنتم مسلمون
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Saw. beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga hari kiamat.
Ma’asyiral muslimin Rahimakumullah!
Kita telah memasuki puluhan akhir bulan Ramadhan. Ini artinya kita semakin mendekati penghujung bulan yang mulia ini. Sebagaimana dalam sebuah perlombaan, di mana semakin mendekati garis finis, seorang pelari akan mengerahkan segenap kekuatan dan tenaganya untuk mencapai kemenangan, maka demikian pula seharusnya kita dalam beribadah di bulan Ramadhan ini.
Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an:
إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ. وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ . لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ . تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرٖ . سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ .
Artinya:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam Lailatul Qadr. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadr itu? Malam Lailatul Qadr itu lebih baik daripada seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 1-3)
Malam lailatul qadr merupakan malam yang penuh keberkahan, lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah Saw. bersabda:
اِلْتَمِسُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
"Carilah Lailatul Qadr di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, marilah kita bersungguh-sungguh dalam ibadah, memperbanyak membaca Al-Qur’an, shalat malam, berzikir, dan memperbanyak permohonan atau doa, terutama doa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah Swt!
Sepuluh hari terakhir Ramadan memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah Saw sendiri meningkatkan ibadahnya di akhir Ramadan lebih dari hari-hari sebelumnya. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الْأَوَاخِرُ مِنْ رَمَضَانَ أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَشَدَّ مِئْزَرَهُ، وَاجْتَهَدَ
"Adalah Rasulullah Saw. ketika memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan mengencangkan ikat pinggangnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Para sahabat pun meneladani beliau dengan semangat yang sama. Mereka memperbanyak ibadah, bersedekah, dan mencari keridhaan Allah. Ini adalah bukti istiqamah mereka sejak awal Ramadan hingga akhirnya, bahkan dengan peningkatan yang lebih tinggi. Selaku umat beliau kita pun harus mengikuti jejak mereka dengan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah dengan semampu kita.
Ingatlah, semua siang dan malam di bulan Ramadan itu penting. Namun, di akhir-akhir bulan ini lebih penting lagi. Tidak sepatutnya kita menjadi orang yang hanya bersemangat di awal Ramadan tetapi melemah di akhirnya. Inilah kesempatan emas yang tidak boleh kita sia-siakan. Termasuk membatasi penggunaan media sosial yang tidak perlu. Ramadhan terlalu berharga untuk kita habiskan dengan scroll yang tidak bermanfaat, karena media sosial adalah salah satu pencuri waktu terbesar kita.
Ma’asyiral muslimin, sidang Jumat rahimakumullah!
Mari kita manfaatkan sepuluh Ramadhan akhir ini dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan kesempatan ini berlalu begitu saja. Semoga Allah memberikan kita taufik dan kekuatan untuk meraih keutamaan lailatul qadr, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah hingga akhir hayat.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ. وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ . لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ . تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرٖ . سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ .
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.
