KHGT, Jalan Membangun Citra Kesatuan Islam di Mata Dunia

Publish

15 August 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
783
Yudhiakto Pramudya, PhD. Foto: Cris

Yudhiakto Pramudya, PhD. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY Yudhiakto Pramudya (Cak Pram) didapuk menjadi pembicara dalam Pengajian Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah Jetis Yogyakarta. Pengajian berlangsung di Masjid Noor Pakuningratan, Jetis, Yogyakarta, Jumat (15/8).

Pengajian ini mengusung tema "Memahami Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)."

Cak Pram mengatakan, kehadiran KHGT yang dilaunching oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, Rabu (25/6) menemukan titik urgensinya di tengah ketidakseragaman dalam pelaksanaan ibadah. Lebih-lebih hal ihwal penetapan bulan krusial yaitu Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah.

"Seringkali berbeda tidak hanya antarnegara, tetapi bahkan dalam satu negara atau komunitas sosial," ujarnya.

Di situlah orientasi KHGT. Yakni sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan kepastian waktu.

"Kita sudah 1447 Hijriah. Itu sudah 1000 tahun lebih. Sudah 14 abad. Ibarat peradaban sudah 14 abad, tapi kok belum ada suatu kalender yang menyatukan umat Islam di seluruh dunia," ungkap Kepala Pusat Studi Astronomi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta ini.

Cak Pram menegaskan, KHGT menjadi solusi untuk mengatasi masalah perbedaan penanggalan. "Menyediakan sistem penanggalan yang pasti dan dapat diandalkan untuk jangka panjang," sebutnya.

Pada saat yang sama, KHGT dipandang sebagai manifestasi dari persatuan umat Islam (ummah wahidah), sarana pembaruan institusional Islam, "Membangun citra kesatuan Islam di mata dunia," sambungnya.

Menyigi lebih menghujam lagi, parameter dari KHGT ini ada beberapa hal. Pertama, seluruh kawasan dunia satu kesatuan. "Bulan baru dimulai bersamaan," tuturnya.

Kedua, bulan baru dimulai di bagian bumi manapun sebelum pukul 24:00 UTC telah terpenuhi dengan kriteria Elongasi 8 derajat atau lebih.

"Dan ketinggian hilal di atas ufuk saat matahari terbenam minimal 5 derajat," tambahnya.

Ketiga, bila kriteria terjadi lewat tengah malam UTC, bulan baru dimulai (a) IR terjadi di suatu tempat di mana pun dan ijtimak di Selandia Baru terjadi sebelum fajar. "(b) IR terjadi di wilayah daratan Benua Amerika," paparnya.

Di sisi lain, KHGT berlaku prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia. Dengan syarat, didasarkan pada bulan Kamariah dengan durasi tidak lebih dari 30 hari dan tidak kurang dari 29 hari. "Kalender Islam harus kalender unifikatif," tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BULUKUMBA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menjalani ase....

Suara Muhammadiyah

24 October 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima kunjungan Asisten Sekretaris Jend....

Suara Muhammadiyah

14 November 2025

Berita

TERNATE, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) terus memperkuat ko....

Suara Muhammadiyah

10 March 2026

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Memperkuat eksistensi nyata dalam berorganisasi, pada Ahad (5/1) ....

Suara Muhammadiyah

6 January 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Komitmen membangun dan memperluas jejaring global terus diupayakan U....

Suara Muhammadiyah

19 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah