KHGT, Jalan Membangun Citra Kesatuan Islam di Mata Dunia

Publish

15 August 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
611
Yudhiakto Pramudya, PhD. Foto: Cris

Yudhiakto Pramudya, PhD. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY Yudhiakto Pramudya (Cak Pram) didapuk menjadi pembicara dalam Pengajian Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah Jetis Yogyakarta. Pengajian berlangsung di Masjid Noor Pakuningratan, Jetis, Yogyakarta, Jumat (15/8).

Pengajian ini mengusung tema "Memahami Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)."

Cak Pram mengatakan, kehadiran KHGT yang dilaunching oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, Rabu (25/6) menemukan titik urgensinya di tengah ketidakseragaman dalam pelaksanaan ibadah. Lebih-lebih hal ihwal penetapan bulan krusial yaitu Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah.

"Seringkali berbeda tidak hanya antarnegara, tetapi bahkan dalam satu negara atau komunitas sosial," ujarnya.

Di situlah orientasi KHGT. Yakni sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan kepastian waktu.

"Kita sudah 1447 Hijriah. Itu sudah 1000 tahun lebih. Sudah 14 abad. Ibarat peradaban sudah 14 abad, tapi kok belum ada suatu kalender yang menyatukan umat Islam di seluruh dunia," ungkap Kepala Pusat Studi Astronomi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta ini.

Cak Pram menegaskan, KHGT menjadi solusi untuk mengatasi masalah perbedaan penanggalan. "Menyediakan sistem penanggalan yang pasti dan dapat diandalkan untuk jangka panjang," sebutnya.

Pada saat yang sama, KHGT dipandang sebagai manifestasi dari persatuan umat Islam (ummah wahidah), sarana pembaruan institusional Islam, "Membangun citra kesatuan Islam di mata dunia," sambungnya.

Menyigi lebih menghujam lagi, parameter dari KHGT ini ada beberapa hal. Pertama, seluruh kawasan dunia satu kesatuan. "Bulan baru dimulai bersamaan," tuturnya.

Kedua, bulan baru dimulai di bagian bumi manapun sebelum pukul 24:00 UTC telah terpenuhi dengan kriteria Elongasi 8 derajat atau lebih.

"Dan ketinggian hilal di atas ufuk saat matahari terbenam minimal 5 derajat," tambahnya.

Ketiga, bila kriteria terjadi lewat tengah malam UTC, bulan baru dimulai (a) IR terjadi di suatu tempat di mana pun dan ijtimak di Selandia Baru terjadi sebelum fajar. "(b) IR terjadi di wilayah daratan Benua Amerika," paparnya.

Di sisi lain, KHGT berlaku prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia. Dengan syarat, didasarkan pada bulan Kamariah dengan durasi tidak lebih dari 30 hari dan tidak kurang dari 29 hari. "Kalender Islam harus kalender unifikatif," tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

WAJO, Suara Muhammadiyah - Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan (PWM) Sulawesi....

Suara Muhammadiyah

16 April 2024

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Sumbar menyelenggarakan dan b....

Suara Muhammadiyah

25 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiah - Sutradara, produser dan pegiat perfilman Indonesia, Ismail Basbeth m....

Suara Muhammadiyah

12 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Liga 3 Nasional musim ini akan segera diselenggarakan. Khusus ....

Suara Muhammadiyah

30 April 2024

Berita

Pj Gubernur dan Kapolda Sulsel Dukung Pembangunan dengan Penelitian Kampus  GOWA, Suara Muhamm....

Suara Muhammadiyah

31 December 2023