Ketua LDK Pusat Tegaskan Iman sebagai Kompas Kehidupan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
372
Muchammad Arifin, SAg., MAg saat menyampaikan Kajian Ahad Pagi di Masjid Darussalam, Jalan Basuki Rahmad, Kota Tuban, Jawa Timur, Ahad pagi (11/1)

Muchammad Arifin, SAg., MAg saat menyampaikan Kajian Ahad Pagi di Masjid Darussalam, Jalan Basuki Rahmad, Kota Tuban, Jawa Timur, Ahad pagi (11/1)

TUBAN, Suara Muhammadiyah — Suasana Masjid Darussalam, Jalan Basuki Rahmad, Kota Tuban, Jawa Timur, Ahad pagi (11/1), terasa berbeda sejak pukul 06.00 WIB. Kajian Dhuha yang berlangsung hingga pukul 07.00 WIB itu tidak hanya menghadirkan nasihat keimanan, tetapi juga kisah-kisah reflektif dan tayangan video inspiratif yang membuat jamaah larut dalam suasana penuh makna, gembira, dan sesekali diselingi tawa hangat.

Kajian bertema “Menjadikan Iman Sebagai Kompas Kehidupan” tersebut disampaikan oleh Ustadz Muchamad Arifin, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dengan gaya tutur yang mengalir dan membumi, beliau mengajak jamaah merenungi bagaimana iman seharusnya menjadi penentu arah hidup, bukan sekadar hiasan dalam ritual.

Dalam pemaparannya, Ustadz Arifin menggambarkan iman seperti pondasi bangunan. Melalui cerita-cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. "Seindah apa pun amal dan pencapaian, semuanya bisa runtuh seketika jika pondasi iman rapuh dan tidak dirawat," tegasnya.

Beliau juga menyoroti tantangan keimanan di era digital, di antaranya kebiasaan berlebihan dalam bermedia sosial, sikap pamer, serta marah yang tak terkendali. Penyampaian yang disertai contoh nyata membuat jamaah tidak hanya tersenyum, tetapi juga terdiam dalam renungan.

Arifin mengajak jamaah bercermin pada kualitas shalat dan niat. Shalat, menurutnya, bukan sekadar rutinitas, melainkan penjaga diri yang menahan seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. Sementara niat adalah modal utama yang menentukan bernilai atau tidaknya sebuah ibadah di sisi Allah.

Berlangsung dalam suasana yang ringan namun sarat makna, kajian ini ditutup dengan ajakan untuk menjaga iman agar tetap menjadi kompas kehidupan—menuntun langkah, meluruskan tujuan, dan menenangkan hati. Jamaah pun meninggalkan masjid dengan wajah cerah, membawa bekal iman untuk menjalani hari dengan lebih sadar dan penuh semangat.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Amalan Selalu Bersyukur disampaikan dalam kajian bakda subuh Ahad 16 ....

Suara Muhammadiyah

16 March 2025

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Masjid Muhammadiyah Al-Muhajirin Banjarmasin terus menunjukkan kom....

Suara Muhammadiyah

30 May 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Riau (FK Umri) telah me....

Suara Muhammadiyah

7 September 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Setiap lulusan perguruan tinggi pasti berbahagia jika setelah l....

Suara Muhammadiyah

28 November 2023

Berita

TULANG BAWANG BARAT, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tulang B....

Suara Muhammadiyah

8 May 2025