Ketika Sayuran dan Buku Ikut Mangayubagyo

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
378
Mangayubagyo

Mangayubagyo

Ketika Sayuran dan Buku Ikut Mangayubagyo 

Arief Budiman, Owner Dunia Walet, Kopi Walet, Kalamasa, Mie Matleh dan Kedai Sedjati

Hari ini saya menghadiri tasyakuran "ngundhuh mantu" menyambut kehadiran temanten dan keluarga besan. Shahibul Bait (Tuan Rumah)-nya Ketua LP-UMKM PWM Jateng, Khafid Sirotudin. Pegiat literasi dan praktisi usaha kecil yang telah lama saya kenal.

Melihat lokasi perhelatan di rumah pribadi di tengah kampung, seakan tuan rumah hendak menyampaikan pesan kepada semua hadirin. 

"Para hadirin yang kami hormati, terima kasih telah berkenan hadir dalam acara syukuran ngundhuh mantu pernikahan putra-putri kami pada hari ini. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang dan kebahagiaan".

"Hari ini, kita tidak hanya hadir untuk mendoakan dan ikut berbahagia atas pernikahan putra-putri kami. Namun, acara ini juga sedikit berbeda. Karena yang ikut “hadir” bukan hanya pengantin, besan, keluarga, tetangga dan para tamu, tetapi juga bakul sayur mayur dan buku".

"Jika Bapak dan Ibu perhatikan, dekorasi dalam acara ini tidak dipenuhi bunga- bunga mewah, melainkan tanaman sawo, belimbing, bonsai dan bunga segar dari petani Bandungan. Ini bukan kesalahan, dan bukan pula salah konsep. Hal ini memang sengaja dihadirkan, karena kami (shahibul hajat) adalah pelaku UMKM, pegiat literasi, sekaligus pemerhati lingkungan. Maka nilai-nilai tersebut kami hadirkan secara nyata, bukan hanya diceritakan".

"Makanan kecil, minuman dan hidangan yang disajikan semua berasal dari pelaku UMKM pangan. Bukan dari industri besar makanan dan minuman".

"Bapak Ibu hadirin yang berbahagia. UMKM mengajarkan kita untuk hidup sederhana, bekerja keras dan tidak malu memulai dari bawah. Literasi mengajarkan kita bahwa hidup tidak hanya soal makan, tetapi juga soal makna dan masa depan. Sedangkan lingkungan mengingatkan kita untuk selalu sadar bahwa alam adalah titipan, bukan warisan".

"Oleh karena itu, 'nyuwun sewu' (mohon maaf) saat  hadirin pulang nanti, kami memberikan kenangan sederhana namun bermakna, berupa paket sayuran. Agar kita ingat bahwa hidup sehat itu penting". 

"Selain itu, ada pula oleh-oleh berupa buku karya kami. Mudah-mudahan bermanfaat sebagai pengingat bahwa hidup sebaiknya selalu diisi dengan belajar hingga akhir hayat".

Semoga acara ngunduh mantu pengantin baru yang dirayakan hari ini menjadikan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Tumbuh subur penuh berkah seperti tanaman yang dirawat dengan ilmu, kerja keras, dan niat yang baik. Serta memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar.

Semoga acara hari ini membawa keberkahan bagi kita semua. (Dan jika nanti saat pulang tas terasa lebih berat karena berisi sayur-mayur dan buku, itu pertanda berkahnya memang banyak). 

Weleri, 10 Januari 2025

 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Menakar Ulang Kepemimpinan IMM di Era Digital: Transformasi atau Degradasi? Oleh: Ahmad Syafii Hafi....

Suara Muhammadiyah

3 October 2025

Wawasan

Outlook Microfinance Muhammadiyah 2024 Oleh: Agus Yuliawan, Direktur Eksekutif Induk Baitut Tamwil ....

Suara Muhammadiyah

29 December 2023

Wawasan

Religius tapi Berperangai Jahat Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas....

Suara Muhammadiyah

19 July 2024

Wawasan

Berani dan Berkompromi Oleh: Iu Rusliana, Penulis adalah Sekretaris PW Muhammadiyah Jabar, Dosen Pr....

Suara Muhammadiyah

12 December 2025

Wawasan

Refleksi Milad Muhammadiyah Ke-113 Tahun "Memajukan Kesejahteraan Bangsa" Oleh: Dr. Agus Rahmat Nug....

Suara Muhammadiyah

3 November 2025