Ketika Hidup Banyak Sengkarut Masalah, Takwa Solusinya

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
130
Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA

Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Manusia dijadikan khlaifah di muka bumi tidak lain dan tidak bukan untuk mengembangan amanah besar. Yakni bertanggung jawab untuk mengelola kehidupan sebagaimana semestinya.

“Untuk kebaikan kita berhubungan dengan Allah, untuk kebaikan ketika kita berhubungan dengan sesama, termasuk juga dengan lingkungan,” kata Muhammad Saad Ibrahim, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dalam perjalanannya, manusia dihadapkan pada sengkarut masalah yang terjadi. Dan, ini merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dinafikan.

“Masalah itu ada masalah yang tampak kecil, ada masalah yang menengah, ada masalah yang besar,” ujarnya, Selasa (17/3) di TvMu Channel Program Tausiyah Kiai Saad Ibrahim.

Semakin besar masalah yang dihadapi, imbuh Saad, maka akan semakin besar pula kekuatan yang diberikan oleh Allah untuk memecahkan masalah tersebut.

“Kalau kita berhasil itu biasa. Tapi kalau kita sampai gagal, maka sekali lagi kita dipertaruhkan memacahkan masalah kecil saja tidak bisa,” ungkap Saad.

Sekali pun begitu, masalah kecil yang terjadi, tetaplah sarat tantangannya. “Tapi kalau kita berhasil maka sekali lagi itu tantangannya jauh lebih dahsyat,” bebernya.

Ibarat menggembala bebek, jika berhasil melewati tantangannya, ditemukan banyak orang tidak memberikan apresiasi. “Tapi kalau sampai gagal, maka orang akan mencibir,” tuturnya.

Berbeda halnya dengan menggembala kuda liar. Jelaslah tantangannya amat superkompleks. “Kalau kita gagal, orang masih paham,” imbuhnya.

Akan tetapi, jika keduanya bisa dilakukan berikut menghadapi tantangan yang menyertainya, menjadi keberhasilan yang luar biasa. “Semuanya itu ada cara yang jitu yang diberikan oleh Allah,” tekannya.

Di sinilah implikasi dari takwa, yang memiliki ekuivalensi terhadap itu semua. Bahwa, Allah akan memberikan jalan keluar terhadap masalah yang dihadapi oleh segenap hamba-Nya.

“Ketika kita menghadapi masalah tidak selesai-selesai, maka cobalah kita kemudian berusaha untuk mengevaluasi diri kita. Apakah kita telah bertakwa dengan setepat-tepatnya ataukah tidak,” tegas Saad.

Untuk mengukur kadar ketakwaan, dapat ditinjau dari level masalah yang dihadapi. Bisakah menghadapinya atau justru mengalami kegagalan?

“Maka sekali lagi, di situlah kita perlu merenungkan. Moga-moga kita ditolong oleh Allah untuk selalu melaksanakan perintah-perintahnya dan meninggalkan yang dilarangnya dalam konteks ya untuk bertakwa kepada Allah,” tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Duta Besar Kerajaan Thailand Untuk Negara Republik Indonesia, H.E. Mr. P....

Suara Muhammadiyah

12 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Melalui Sharing Session Filantropi Muhammadiyah, Badan Riset ....

Suara Muhammadiyah

14 May 2024

Berita

PAYAKUMBUH, Suara Muhammadiyah - Saat ribuan warga bersiap menyambut tahun baru dengan gemerlap kemb....

Suara Muhammadiyah

3 January 2026

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PD....

Suara Muhammadiyah

10 September 2023

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Upaya menanamkan kesadaran orang tua dalam mendidik anak dan menja....

Suara Muhammadiyah

14 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah